Tampilkan postingan dengan label festival. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label festival. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Mei 2019

Kamis, 10 April 2014

Lomba Foto Festival Seni Bantengan 2014


DALAM RANGKA MEMPERINGATI HARI JADI KABUPATEN MOJOKERTO KE 721 TAHUN DINAS PEMUDA OLAHRAGA KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KABUPATEN MOJOKERTO DAN DEWAN KESENIAN KABUPATEN MOJOKERTO MENYELENGGARAKAN




Kriteria Lomba

1.Kategori lomba foto meliputi: pelajar/mahasiswa; umum/profesional; dan wartawan. “belum pernah dimuat atau dipublish”

2.Foto adalah karya asli, dan panitia berhak menggugurkan pemenang apabila di kemudian hari foto terbukti bukan karya asli.

3.Foto belum pernah diikutsertakan dalam lomba apapun dan tidak sedang disertakan dalam lomba lainnya.

4.Foto hanya boleh di cropping dan di brighten saja

5.Pendaftaran lomba melalui email : lombafotografi2014@yahoo.com dan Melampirkan identitas pengirim (nama, alamat, email, dan nomor telepon).

6.Pengiriman foto dalam bentuk file berwarna (full colour), dan di buat pada masa 19 s/d 20 April 2014 pada acara festival seni bantengan 2014 tempat Lap. Canggu kec. Jetis Mojokerto, lalu di upload https://www.facebook.com/pages/Lomba-Foto-SeniBantengan-2014 disertai No urut peserta, paling lambat tanggal 26 April 2014 pukul 24.00 WIB.

7.Peserta dapat mengirimkan maksimal 5 foto.

8.Panitia berhak menggunakan foto untuk kepentingan Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Mojokerto dan Dewan Kesenian Kabupaten Mojokerto.

9.Pengumuman hasil lomba melalui http://disporabudpar.mojokertokab.go.id/ danhttps://www.facebook.com/pages/Lomba-Foto-Seni Bantengan-2014 pada Tanggal 1 Mei 2014.

10.Keputusan juri bersifat final dan tidak bisa diganggu gugat.

Kamis, 20 Februari 2014

Lomba Fotografi Festival Jenang Solo, 22-23 Februari 2014



Ketentuan Lomba Fotografi
Festival Jenang Solo 2014
Tema : "Kegiatan Festifal Jenang Solo 2014 (FJS 2014)"
Ketentuan Umum

1.   Lomba ini terbuka untuk pelajar, mahasiswa, dan umum. Warga Negara Indonesia ataupun asing tanpa pengkategorian .

2.   Karya foto yang dikirim adalah karya ciptaan sendiri, belum pernah dipublikasikan di media cetak skala nasional, dan belum pernah memenangkan penghargaan dalam lomba fotografi apapun.

3.   Foto yang diikutsertakan dalam lomba adalah hasil foto d6ari pemotretan menggunakan kamera dslr, mirorles, prosumer, dan poket (Tidak boleh menggunakan kamera handphone/smartphone).

4.   Peserta diberikan kebebasan dalam memilih obyek fotografi  yang berkaitan dengan FJS 2014.

5.   Obyek foto harus diambil dari rangkaian kegiatan FJS 2014 yang berlangsung pada tanggal 16 – 17 Februari 2014, pk 07.00 – 11.00..

6.   Setiap foto harus dilengkapi identitas diri peserta seperti: nama fotografer, judul foto, alamat, nomor telepon/hp, e-mail.

7.   Hak cipta melekat pada fotografer, namun Panitia FJS 2014 dan Yayasan Jenang Indonesia diberikan hak/ijin untuk memublikasikan foto yang masuk nominasi (finalis) untuk kepentingan non-komersial dalam lingkup kegiatan lomba foto ini. Panitia dibebaskan dari tuntutan pihak ke-3, bila foto digunakan untuk keperluan tersebut.

8.   Seluruh karya yang masuk ke Pantia akan diseleksi oleh Dewan Juri, ( Tanpa mempertimbangkan like, tag, hastag).

9.   Pengiriman karya dimulai 16 Februari 2014 dan ditutup tanggal 18 Februari  2014 pukul 24.00 WIB.

10.  Nama pemenang akan diumumkan pada tanggal 25 Februari 2014

11.  Seluruh karya foto akan dipublikasikan ke Facebook FJS 2014


Ketentuan Khusus

1.  Setiap peserta diperbolehkan mengirimkan maksimal 3 buah karya foto dalam format digital (JPEG).

2.  Olah digital diperbolehkan, sebatas perbaikan kualitas foto (sharpening, cropping, color balance, dan saturasi warna) tanpa merubah keaslian objek.

3.  Tidak diperbolehkan mengirimkan foto berupa kombinasi lebih dari satu foto (composite dan montage) dan menghilangkan/mengubah elemen-elemen dalam satu foto.

4.  Dengan mengirimkan karya foto berarti peserta telah dianggap menyetujui   semua persyaratan yang telah ditetapkan oleh panitia.

5.  Panitia berhak mendiskualifikasi foto peserta sebelum dan sesudah penjurian apabila dianggap tidak memenuhi ketentuan.

6.  Keputusan Dewan Juri mutlak tidak dapat diganggu gugat.

7.  Tidak dipungut biaya apapun

Festival Jenang Solo 22-23 Februari 2014



Press rilis:
Festival Jenang Solo 2014
Solo, 22-23 Februari 2014

Inspirasi 17 Macam Jenang yang Mengiringi
Boyongan Keraton Kartasura ke Keraton Surakarta’

Eksistensi jenang pada tradisi masyarakat Jawa (Solo) sudah hidup  mengakar sejak zaman Hindu, dan era Walisongo sampai masa kini. Jenang selalu hadir sebagai simbol ungkapan rasa syukur kepadaNya. Bersyukur atas karunia hasil bumi ciptaanNya yang telah menghidupi manusia dari proses kelahiran sampai kematian.
Misalnya, masyarakat Jawa, khususnya di wilayah Surakarta dan sekitarnya, semua ritual selamatan itu tak pernah lepas dari keberadaan Jenang. Kehadiran jenang di sini tak hanya sekedar berfungsi sebagai makanan pelengkap saja, melainkan juga simbol doa, harapan, persatuan dan semangat masyarakat Jawa itu sendiri.
Untuk melestarikan makanan  tradisional jenang dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, Festival Jenang Solo (FJS) yang ketiga ini, yang diadakan pada 22-23 Februari 2014,  mengambil tema ‘Inspirasi 17 Macam Jenang yang Mengiringi Boyongan Keraton Kartasura ke Keraton Surakarta’. Ketujuhbelas macam jenang tersebut:

(1)  Jenang abrit petak, (2)jenang lang, (3) jenang saloko, (4) jenang manggul, (5) jenang suran, (6) jenang timbul, (7) jenang grendul, (8) jejang sumsum, (9) jenang lahan, (10) jenang pati, (11) jenang kolep, (12) jenang ngangrang, (13) jenang taming, (14) jenang lemu mawi sambel goreng, (15) jenang koloh, (16) jenang katul, (17) jenang warni 4.

FJS 2014 ini sekaligus berbarengan merayakan HUT Kota Solo ke-269. Tidak hanya merayakan HUT Kota Solo, FJS 2014 juga melakukan penggalian dana (charity)  untuk meringankan para korban/pengungsi akibat erupsi Gunung Kelud – Jenangku  Dulurku.

Kegiatan charity ini sesuai dengan makna Jenang Abrit Putih, salah satu jenang dari 17 jenang, yang maknanya warna merah dan putih merepresentasikan penciptaan/asal-usul manusia -  laki-laki dan perempuan.  Di sini jenang menjadi pengingat (reminder) bagi kita semua, bahwa peristiwa erupsi Gunung Kelud  menjadi renungan (refleksi) bagi kita – dari mana dan mau ke mana tujuan hidup kita, kita tak bisa lepas dari genggamanNYA.

Lewat Festival Jenang Solo dan merayakan HUT Kota Solo ke-269, Yayasan Jenang Indonesia dan masyarakat Solo, berusaha membangun semangat untuk saling berbagi dengan sesama.dan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat Solo.

Venue
Koridor Ngarsopuro solo (depan Pura Mangkunegaran)
Kawasan Jl. Diponegoro, Solo

Agenda Acara

Lomba Fotografi Festival Jenang Solo 22-23 Februari.

Sabtu, 22 Februari 2014

07.15 – 07.45   
Marut kelapa Massal. Marut bersama Anak-anak Sekolah, ibu-ibu PKK dan
masyarakat umum.

07.45 – 08.45
Lomba Masak Jenang. Peserta meliputi  SMK Tata Boga, sekolah perhotelan, PKK,  instansi pemerintahan dan umum.

Kamis, 15 November 2012

Mojokerto Art Festival, 24-25 November 2012

I N F O

MOJOKERTO ART FESTIVAL 4
24-25 November 2012
Di Gedung S Ramelan Jl.Empunala 53 Kota Mojokerto


GRAND OPENING ART
Sabtu, 24 November 2012
Jam 19.00-22.22 wib
Acara dibuka oleh:
Bapak Drs Judi Setyanto, Asisten Sekretariat Daerah Bidang Pemerintahan, Perekonomian dan Pembangunan, Pemerintah Kota Mojokerto

Jumat, 27 April 2012

Festival Gambuh Condro Purnomo, 29 April


Gambuh Condro Purnomo
Merayakan Hari Tari Dunia, 29 April 2012
bersama Didik Nini Thowok

tema ‘Tari dan Klenteng’

Klenteng Hok Siang Kiong, Kota Mojokerto
 
 
A.Latar belakang
 
Tidak semua pesan manusia disampaikan secara verbal. Ada hal-hal yang bisa disampaikan secara nonverbal, yaitu lewat seni tari. Tari adalah ekspresi gerak tubuh yang disampaikan secara artistik dalam menyampaikan pesan dan bersifat universal. Universalitas inilah yang bisa merekatkan perbedaan-perbedaan antarsesama demi perdamaian dunia. Dalam rangka Hari Tari Dunia pada 29 April 2012, Festival Gambuh Condro Purnomo akan menghadirkan event  tari bertajuk ‘Tari dan Klenteng’ dalam memperingati Hari Tari Dunia 29 April 2012. Dalam event ini, 100 anak-anak akan menari di depan halaman klenteng dan acara puncak – Didik Nini Thowok menampilkan karyanya berjudul ‘Dewi Sarag Jodag Gandrung’.
 
Venue pentas di depan bangunan tua  bersejarah Klenteng Hok Siang Kiong. Klenteng yang dibangun pada tahun 1823 ini menjadi background panggung, sebagai simbol perekat keberagaman. Di klenteng ini pula pada 2 Desember 2006 terjadi pertama kalinya terjadi peristiwa historis, yaitu  pernikahan  secara tradisi agama Konghucu di Kota Mojokerto. Klenteng ini berdekatan dengan Vihara Metta Sraddha yang didirikan pada tahun 1955, yang juga merupakan bangunan tua bersejarah. Dengan tajuk ‘Tari dan Klenteng’, tari dan kearifan lokal hadir di depan publik Mojokerto yang beragam (lintas-etnis, lintas-profesi, dan lintas-budaya).

Senin, 03 Oktober 2011

Festival Kesenian Indonesia VII, 14-16 Oktober 2011

Tentang FKI

Indonesia memiliki pusat-pusat budaya yang tersebar di seluruh Nusantara. Pusat-pusat budaya tersebut bukan terbatas pada keraton-keraton atau pusat-pusat kekuasaan masa lampau, melainkan juga pada komunitas-komunitas masyarakat adat seperti komunitas-komunitas Dayak di Kalimantan, suku-suku yang mendiami lembah Baliem di Papua, Aceh, Riau (kepulauan), Mentawai, dan Nias, yang hingga kini masih sangat concern dalam menjaga dan mengembangkan tradisi kebudayaannya. Sebagai pusat-pusat budaya, sudah barang tentu pantas bila di sana juga berdiri sebuah perguruan tinggi seni.

Sabtu, 09 Juli 2011

WAYAH GUMREGAH - Festival Seni Tradisi Anak Merapi ke-5

Info
WAYAH GUMREGAH - Festival Seni Tradisi Anak Merapi ke 5
Dusun Sengi - Desa Sengi - Kecamatan Dukun - Kabupaten Magelang

Sabtu, 9 Juli 2011

14:00 – 15:00 1 Pembukaan Festival
ARAK-ARAKAN 7 TIM KESENIAN
Aman Perkusi - Angguk Rame - Bocah Mengkal - Jaran Debog - Kobro Siswo - Monolan - Topeng Ireng

Senin, 20 Juni 2011

GWalk Festival 2011


 poster design by : kang madrim




INFO

GWalk Festival adalah event budaya tahunan yang diselenggarakan CitraLand, ini merupakan ekspresi kreatif komunitas seniman tradisional dan modern Indonesia yang terpilih untuk dipersembahkan kepada masyarakat. Lokasi hiburan ini akan berada di dua titik strategis kawasan GWalk sehingga dapat menjangkau semua pengunjung di sepanjang jalan.

Jumat, 29 April 2011

Doa Petani Kotakan di Bandung Wayang Festival 2011

iki ana kidung, kidunge para tani
iki ana kidung, kidunge mbok Sri Sedani
aja nganti gabuk bongkote, menteso pucuke
aja nganti gabuk pucuke, meneteso pucuke

iki ana kidung, kidunge para tani
iki ana kidung, kidunge pari sak wuli
aja nganti bobot lamene, bobota ulene
aja nganti bobot lamene, bobota ayosane

Kidung Mantra Pari Sak Wuli karya Joko Ngadimin di atas adalah suatu doa dan harapan  Sanggar Seni Sekar Jagad  di Bandung Wayang Festival (BWF) 2011 agar masyarakat tani di Dukuh Kotakan, Desa Bakalan, Kabupaten Sukoharjo bisa panen dengan baik di masa depan.