Tampilkan postingan dengan label wayang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wayang. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Mei 2013

Pentas Wayang Beber Kota 'Metro'


PENTAS WAYANG BEBER KOTA
BENTARA BUDAYA JAKARTA 

Judul: “Métro”
Acara :
Workshop : Wayang Beber Kota
Pertunjukan kolaboratif : wayang beber, seni performa dan sound art

 Penyaji: Dani Iswardana/ visual artist | Tri Ganjar Wicaksono/ dalang | Atieq SS Listyowati/ performance artist | Pandu Hidayat/ sound project digital comp. & video art.

W a k t u : 5 Juni 2013
Venue: Bentara Budaya Jakarta

Susunan Acara:
15.00 - 17.00 WIB / Workshop
19.00 – 20.00 : Pertunjukan
20.00 – 21.00 : Dialog interaktif bersama audiens

Jumat, 14 Desember 2012

Roadshow Wayang Potehi di 18 Kelurahan Kota Mojokerto


INFO

Roadshow Wayang Potehi
di 18 Kelurahan Kota Mojokerto

bersama Dalang: Ki Manteb Sutarto (Pak Kekek)
Lakon:
Sun Goo Kong (Kera Sakti), Sie Djien Kwie Tjeng See & Kisah Kwe Tju Gie “Sang Pendekar Penegak Kebenaran”

Jadwal Roadshow Wayang Potehi
di Kecamatan Magersari Kota Mojokerto

Selasa, 18 Desember 2012 pukul 19.00 wib:
Kelurahan Wates, RW 02 Lingkungan Wates Depan SDN Wates 2

Kamis, 20 Desember 2012 pukul 19.00 wib:
Kelurahan Magersari, di halaman Rumah Dinas Walikota Mojokerto

Kamis, 27 Desember 2012 pukul 19.00 wib:
Kelurahan Sentanan

Rabu, 2 Januari 2013 pukul 19.00 wib:
Kelurahan Purwotengah

Senin, 7 Januari 2013 pukul 19.00 wib:
Kelurahan Jagalan, di halaman Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu

Kamis, 10 Januari 2013 pukul 19.00 wib:
Kelurahan Gunung gedangan

Senin, 14 Januari 2013 pukul 19.00 wib:
Kelurahan Meri

Kamis, 17 Januari 2013 pukul 19.00 wib:
Kelurahan Gedongan

Senin, 23 Januari 2013 pukul 19.00 wib:
Kelurahan Kedundung

Jumat, 25 Januari 2013 pukul 19.00 wib:
Kelurahan Balongsari

Senin, 10 Desember 2012

Dukung Wayang Beber Pacitan sebagai Cagar Budaya Nasional!


apa yang terjadi
jika artefak wayang beber pacitan HILANG?
apa yang terjadi
jika artefak wayang beber pacitan RUSAK?
apa yang terjadi
jika artefak wayang beber pacitan DIJUAL?
apa yang terjadi 
jika artefak wayang beber pacitan DIMILIKI KOLEKTOR ASING?
biarkan saja ataukah …?

Kabupaten Pacitan yang punya julukan Kota 1001 Gua boleh berbangga dengan didaftarkannya Geopark Pacitan ke Jaringan Geopark Global UNESCO pada 2012 ini. Kawasan Pacitan tidak hanya menyimpan kekayaan warisan budaya bendawi (tangible heritage), keindahan alam pantai dan goa, melainkan juga menyimpan kekayaan warisan budaya nonbendawi (intangible heritage), yaitu artefak wayang beber yang terbuat dari kertas.  Menurut Ardhy Suwandi, pelukis dan pecinta warisan budaya wayang beber  dari Rumah Seni Wayang Beber di Pacitan, artefak Wayang Beber Pacitan merupakan peninggalan tahun 1614 dari era pemerintahan Kasunanan Kartasura, berusia 400 tahun lebih. Bukankah ini suatu warisan budaya yang luar biasa kesejarahannya? Tentu, namun sayang, warisan artefak tersebut sekarang berada di titik ketidakpastian, artefak berada dalam wilayah konflik perebutan kepemilikan serta kondisinya dalam keadaan memprihatinkan menuju kerusakan parah.

Konflik perebutan  kepemilikan Wayang Beber Pacitan antar anggota keluarga pewaris Wayang Beber Pacitan tersebut  sampai kini tak kunjung usai.  Menurut penuturan Supani (42), pewaris dalang Wayang Beber Pacitan setelah era dalang Mardi Guno Utomo (anak dari dalang Sarnen Guno Carito), kini artefak Wayang Beber Pacitan berada di tangan salah seorang kerabat jauh dari keturunan Sarnen Guno Carito, sedangkan keturunan langsung dari dari Sarnen tidak berani mengambil haknya dalam memiliki artefak Wayang Beber Pacitan tersebut, karena takut akan terjadi kekerasan fisik.  Sarnen Guno Carito meninggal pada  Agustus 2010 dan Mardi Guno Utomo meninggal pada 13 Juli 2010.

Sebenarnya konflik itu kami ketahui sejak kunjungan grup Wayang Beber Kota – saya, Dani Iswardana Wibowo (pelukis wayang beber kontemporer) dan Tri Ganjar Wicaksono (dalang wayang beber kontemporer),  melihat artefak Wayang Beber Pacitan pada 2006. Pada saat itu, kondisi Wayang Beber Pacitan (enam gulung dan 24 jagong /adegan), sudah sangat memprihatinkan, banyak tembelan kertas samak (sampul) warna  coklat.

Mencermati fakta tersebut di atas, kami gelisah dan muncul suatu pertanyaan: (1) Apakah artefak tesebut dibiarkan rusak, dimiliki oleh kolektor asing (mungkin jika pemegang artefak itu dalam kondisi terdesak secara ekonomi)? Untuk itu perlu suatu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Solusi
Berdasarkan konflik kepemilikan antar-anggota keluarga pewaris artefak Wayang Beber Pacitan di atas dan demi keselamatan artefak Wayang beber Pacitan dari kerusakan dan memperoleh perlindungan;  kami -  Agung Priyo Wibowo (pecinta heritage), Ardhy  Suwandi dari Rumah Seni Wayang Beber Pacitan, Tri Ganjar Wicaksono dan Dani Iswardana Wibowo  sangat berkeinginan mendapatkan dukungan dari masyarakat Pacitan dan di luar Pacitan untuk mengajukan artefak Wayang Beber Pacitan kepada pemerintah untuk memperoleh status Cagar Budaya Nasional. 

Indrata Nur Bayuaji yang akrab dipanggi Aji, seorang pecinta warisan budaya heritage dari  Kabupaten Pacitan, juga mendukung untuk  segera memproses Wayang Beber. Begitu juga Ardhy Suwandi dari Rumah Seni Wayang Beber dan Supani (cucu dalang Sarnen Guno Carito) sangat berkeinginan artefak Wayang Beber Pacitan memperoleh status Cagar Budaya Nasional. 

Kamis, 22 Maret 2012

Gulungan Wayang Beber Pacitan Harus Dirawat



Pada 2006, saya, Dani Iswardana (pelukis wayang beber kontemporer) dan Tri Ganjar Wicaksono (dalang) dan dua teman dari Bali, melakukan perjalanan mengunjungi Desa Donorejo, Pacitan, untuk melihat artefak gulungan wayang beber yang asli. Wayang beber Pacitan ini peninggalan dari masa  akhir abad 15 zaman Kdrajaan Majapahit. 

Jumat, 29 April 2011

Doa Petani Kotakan di Bandung Wayang Festival 2011

iki ana kidung, kidunge para tani
iki ana kidung, kidunge mbok Sri Sedani
aja nganti gabuk bongkote, menteso pucuke
aja nganti gabuk pucuke, meneteso pucuke

iki ana kidung, kidunge para tani
iki ana kidung, kidunge pari sak wuli
aja nganti bobot lamene, bobota ulene
aja nganti bobot lamene, bobota ayosane

Kidung Mantra Pari Sak Wuli karya Joko Ngadimin di atas adalah suatu doa dan harapan  Sanggar Seni Sekar Jagad  di Bandung Wayang Festival (BWF) 2011 agar masyarakat tani di Dukuh Kotakan, Desa Bakalan, Kabupaten Sukoharjo bisa panen dengan baik di masa depan.