Arts Network Asia (ANA) ingin mengundang seniman, pekerja budaya, aktivis seni dan komunitas seni di Asia untuk mengajukan permohonan hibah ANA 2012. ANA mendukung proyek-proyek yang dilakukan oleh seniman asia yang bertempat tinggal di Asia; Proyek yang dimulai dan diselenggarakan di Asia, melibatkan seniman dan komunitas seni di Asia; dan juga proyek yang memiliki fokus ke Asia Tenggara. ANA akan turut mempertimbangkan proyek-proyek yang mendorong pertukaran provokatif dan kolaborasi antara berbagai budaya dan komunitas di Asia. ANA tertarik dengan pengalaman kontemporer di Asia, termasuk hubungannya dengan tradisi. Hal ini termasuk ekspresi perkotaan, seni kontemporer, hubungan antara seni kontemporer dengan kesenian tradisional dan juga pertemuan antara kesenian-kesenian tradisional. ANA mendukung kolaborasi and pertukaran antara berbagai kebudayaan lintas-negara di Asia, dan akan menelaah potensi dari lokal-regional-global komplementasi.
Selasa, 13 Desember 2011
VCD Tari Malangan Beskalan, Landasan Dasar Tari Topeng Putri
Tari Beskalan adalah tari putri yang tumbuh dan berkembang di daerah Malang. Keberadaannya dengan seni pertunjukan Andong (sejenis tayub) yang populer di Malang. Sekitar awal abad ke-20 tari Beskalan juga digunakan untuk ritual penghormatan roh-roh leluhur baik di punden-punden desa maupun di tempat air (babakan).
Rabu, 09 November 2011
Sasando dan Noken Menuju World Heritage
![]() |
| Sasando |
Sudah seharusnya Indonesia punya keseriusan mendaftarkan kekayaan tradisi dan budaya Indonesia, baik yang tangible heritage dan intangible heritage ke UNESCO. Makin tahun makin banyak warisan budaya Indonesia yang punah, dan makin sedikit generasi muda yang punya semangat melestarikan. Seperti sasando dan noken, yang makin sedikit masyarakat pendukungnya.
Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebudayaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Budi Priyadi menyatakan telah mngajukan sasando dan noken sebagai world heritage ke UNESCO
Rabu, 02 November 2011
Anak-anak Glagahdowo Bermain Tari Bantengan
Bermain tari bantengan bagi mereka bisa dikatakan suatu proses pendidikan informal. Kegiatan itu juga mruepakan proses belajar, menghidupkan kecerdasan emosi – melatih koordinasi gerak tubuh, membangun imajinasi, belajar bekerjasama antar-individu dan mmebaca ruang. Kehidupan otak kanan anak-anak kurang diapresiasi dalam pendidikan formal.
Ketika, saya, Danial Ahmad, Dani Iswardana Wibowo dan Abdul Malik mengunjungi peringatan seribu harinya almarhum Soetrisno, maestro pembuat topeng Malang pada 29 September 2011 lalu , di Dukuh Glagahdowo, Desa Pulungdowo, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, sekitar jam 5 sore, ada sesuatu yang menarik melihat anak-anak bermain menirukan tari bantengan. Saya menyaksikan, tanpa ada orang dewasa yang melatih, anak-anak secara spontan berkumpul dan mengatur sendiri bermain tari bantengan tiap hari di sore hari.
Senin, 24 Oktober 2011
Kotakan: Tanam 100 Pohon Daluwang dan Screening Film ‘Bumiku’
Sanggar Seni Sekar Jagad berharap ada bantuan dana untuk penambahan pembelian bibit pohon saeh dan workhop pembuatan kertas daluwang dari para dermawan atau yayasan seni-budaya yang peduli pada program penanaman pohon saeh ini. Program ini sekaligus merupakan usaha konservasi tradisi tulis nusantara, di mana dahulu banyak manuskrip-manuskrip kuno di Indonesia, kertasnya berasal dari kulit pohon saeh.
Desa Kotakan yang berlokasi di Kecamatan Polokarto, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo , telah mengalami enam kali kegagalan panen padi. Untuk mencari solusi akibat kegagalan panen tersebut juga tidak mudah. Mencari modal usaha juga tak mudah untuk menciptakan pekerjaan baru.
Merespon hal tersebut di atas Sanggar Seni Kotakan dengan bekerjasama dengan Dani Iswardana Wibowo (pelukis wayang beber kontemporer) melakukan terobosan mengadakan penanaman 100 buah bibit pohon daluwang (lebih dikenal dengan sebutan pohon saeh), nama latinnya broussonetia papyrifera, nama Inggrisnya paper mulberry, suku nangka-nagkaan. Pohon ini sejenis perdu dengan ketinggian dapat
Sabtu, 22 Oktober 2011
Pentas 'Opera Diponegoro 1825-0000', 11-13 Nov 2011
I N F O:
Daya Dimensi Indonesia mempersembahkan
"Java War ! Opera Diponegoro 1825-0000" , karya Sardono W Kusumo. 11-13 November 2011, 20.00 WIB di Teater Jakarta, TIM.
Acara didukung oleh :
"Java War ! Opera Diponegoro 1825-0000" , karya Sardono W Kusumo. 11-13 November 2011, 20.00 WIB di Teater Jakarta, TIM.
Acara didukung oleh :
Djarum Bakti Budaya, Djarum Foundation, Pertamina, Newmont, Jasa Marga, Pizza Hut. Media partner : Metro TV, MRA Group, Kompas.
Selasa, 18 Oktober 2011
Dukung Komodo Menuju 7 Keajaiban Dunia, SMS Rp 1,-
Dukung Komodo menuju ‘7 Keajaiban Dunia’ kirim SMS ke 9818 melalui semua operator layanan selular. Ketik KOMODO ke 9818 (gratis).
Taman Nasional Komodo terdiri dari tiga pulau besar, Komodo, Rinca, dan Padar serta beberpa pulau-pulau kecil, dengan luas 1.817 km2. Taman Nasional ini didirikan pada 1980 untuk melindungi habitat komodo, salah satu spesies binatang purba. Selain itu Taman Nasional Komodo ini juga didedikasikan untuk melindungi spesies binatang laut lainnya.
Di Pulau Komodo, hewan komodo hidup dan berkembang biak dengan baik. Hingga Agustus 2009, di pulau ini terdapat sekitar 1300 ekor komodo. Ditambah dengan pulau lain, seperti Pulau Rinca dan dan Gili Motang, jumlah mereka keseluruhan mencapai sekitar 2.500 ekor. Ada pula sekitar 100 ekor komodo di Cagar Alam Wae Wuul di daratan Pulau Flores tapi tidak termasuk wilayah Taman Nasional Komodo.
Siapa saja pesaing Komodo untuk bisa masuk ‘7 Keajaiban Dunia’?
Baca di http://www.new7wonders.com/vote-2
Menurut HM. Jusuf Kalla, Duta Komodo, sangat penting sekali, dan saya harapkan masyarakat terus mendukung agar (Pulau Komodo) menjadi salah satu keajaiban dunia (Kompas, 11/10/2011).
Dukung Komodo menuju ‘7 Keajaiban Dunia’ kirim SMS ke 9818 melalui semua operator layanan selular. Ketik KOMODO ke 9818 (gratis).
SMS Rp 1,- berdasarkan website Telkomsel http://www.telkomsel.com/program/dukung-komodo
Mari kita dukung KOMODO menjadi NEW SEVEN WONDERS OF NATURE.
Voting Deadline by SMS: 11 November 2011. (pelbagai sumber)
Di Pulau Komodo, hewan komodo hidup dan berkembang biak dengan baik. Hingga Agustus 2009, di pulau ini terdapat sekitar 1300 ekor komodo. Ditambah dengan pulau lain, seperti Pulau Rinca dan dan Gili Motang, jumlah mereka keseluruhan mencapai sekitar 2.500 ekor. Ada pula sekitar 100 ekor komodo di Cagar Alam Wae Wuul di daratan Pulau Flores tapi tidak termasuk wilayah Taman Nasional Komodo.
Siapa saja pesaing Komodo untuk bisa masuk ‘7 Keajaiban Dunia’?
Baca di http://www.new7wonders.com/vote-2
Menurut HM. Jusuf Kalla, Duta Komodo, sangat penting sekali, dan saya harapkan masyarakat terus mendukung agar (Pulau Komodo) menjadi salah satu keajaiban dunia (Kompas, 11/10/2011).
Dukung Komodo menuju ‘7 Keajaiban Dunia’ kirim SMS ke 9818 melalui semua operator layanan selular. Ketik KOMODO ke 9818 (gratis).
SMS Rp 1,- berdasarkan website Telkomsel http://www.telkomsel.com/program/dukung-komodo
Mari kita dukung KOMODO menjadi NEW SEVEN WONDERS OF NATURE.
Voting Deadline by SMS: 11 November 2011. (pelbagai sumber)
Langganan:
Postingan (Atom)





