Tampilkan postingan dengan label dukung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dukung. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 Desember 2012

Dukung Wayang Beber Pacitan sebagai Cagar Budaya Nasional!


apa yang terjadi
jika artefak wayang beber pacitan HILANG?
apa yang terjadi
jika artefak wayang beber pacitan RUSAK?
apa yang terjadi
jika artefak wayang beber pacitan DIJUAL?
apa yang terjadi 
jika artefak wayang beber pacitan DIMILIKI KOLEKTOR ASING?
biarkan saja ataukah …?

Kabupaten Pacitan yang punya julukan Kota 1001 Gua boleh berbangga dengan didaftarkannya Geopark Pacitan ke Jaringan Geopark Global UNESCO pada 2012 ini. Kawasan Pacitan tidak hanya menyimpan kekayaan warisan budaya bendawi (tangible heritage), keindahan alam pantai dan goa, melainkan juga menyimpan kekayaan warisan budaya nonbendawi (intangible heritage), yaitu artefak wayang beber yang terbuat dari kertas.  Menurut Ardhy Suwandi, pelukis dan pecinta warisan budaya wayang beber  dari Rumah Seni Wayang Beber di Pacitan, artefak Wayang Beber Pacitan merupakan peninggalan tahun 1614 dari era pemerintahan Kasunanan Kartasura, berusia 400 tahun lebih. Bukankah ini suatu warisan budaya yang luar biasa kesejarahannya? Tentu, namun sayang, warisan artefak tersebut sekarang berada di titik ketidakpastian, artefak berada dalam wilayah konflik perebutan kepemilikan serta kondisinya dalam keadaan memprihatinkan menuju kerusakan parah.

Konflik perebutan  kepemilikan Wayang Beber Pacitan antar anggota keluarga pewaris Wayang Beber Pacitan tersebut  sampai kini tak kunjung usai.  Menurut penuturan Supani (42), pewaris dalang Wayang Beber Pacitan setelah era dalang Mardi Guno Utomo (anak dari dalang Sarnen Guno Carito), kini artefak Wayang Beber Pacitan berada di tangan salah seorang kerabat jauh dari keturunan Sarnen Guno Carito, sedangkan keturunan langsung dari dari Sarnen tidak berani mengambil haknya dalam memiliki artefak Wayang Beber Pacitan tersebut, karena takut akan terjadi kekerasan fisik.  Sarnen Guno Carito meninggal pada  Agustus 2010 dan Mardi Guno Utomo meninggal pada 13 Juli 2010.

Sebenarnya konflik itu kami ketahui sejak kunjungan grup Wayang Beber Kota – saya, Dani Iswardana Wibowo (pelukis wayang beber kontemporer) dan Tri Ganjar Wicaksono (dalang wayang beber kontemporer),  melihat artefak Wayang Beber Pacitan pada 2006. Pada saat itu, kondisi Wayang Beber Pacitan (enam gulung dan 24 jagong /adegan), sudah sangat memprihatinkan, banyak tembelan kertas samak (sampul) warna  coklat.

Mencermati fakta tersebut di atas, kami gelisah dan muncul suatu pertanyaan: (1) Apakah artefak tesebut dibiarkan rusak, dimiliki oleh kolektor asing (mungkin jika pemegang artefak itu dalam kondisi terdesak secara ekonomi)? Untuk itu perlu suatu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Solusi
Berdasarkan konflik kepemilikan antar-anggota keluarga pewaris artefak Wayang Beber Pacitan di atas dan demi keselamatan artefak Wayang beber Pacitan dari kerusakan dan memperoleh perlindungan;  kami -  Agung Priyo Wibowo (pecinta heritage), Ardhy  Suwandi dari Rumah Seni Wayang Beber Pacitan, Tri Ganjar Wicaksono dan Dani Iswardana Wibowo  sangat berkeinginan mendapatkan dukungan dari masyarakat Pacitan dan di luar Pacitan untuk mengajukan artefak Wayang Beber Pacitan kepada pemerintah untuk memperoleh status Cagar Budaya Nasional. 

Indrata Nur Bayuaji yang akrab dipanggi Aji, seorang pecinta warisan budaya heritage dari  Kabupaten Pacitan, juga mendukung untuk  segera memproses Wayang Beber. Begitu juga Ardhy Suwandi dari Rumah Seni Wayang Beber dan Supani (cucu dalang Sarnen Guno Carito) sangat berkeinginan artefak Wayang Beber Pacitan memperoleh status Cagar Budaya Nasional. 

Senin, 03 Desember 2012

Dukung Geopark Indonesia!

Raja Ampat, Papua Barat (Foto: National Geographic)

Indonesia dengan kekayaan tradisi dan alamnya yang luar biasa. Namun masih sedikit aksi dalam menyikapi potensi alamnya sebagai sumber daya alam yang mampu menyejahterakan masyarakat sekitar. Berdasarkan survei dan riset oleh Bagan Geologi Nasional – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral  sejak tahun 2011 lalu telah ditemukan 99 warisan geologi yang tersebar di seluruh Indonesia. Setelah melalui seleksi, terdapat 33 warisan geologi yang mempunyai nilai kesejarahan dan estetika yang tinggi.

Dari 33 warisan geologi tersebut, satu geopark (taman bumi), yaitu Gunung Batur di Kabupaten Bangli, Bali telah resmi diterima  sebagai anggota jaringan global geopark (JGG) UNESCO. Peresmian dilakukan oleh Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Sukhyar pada  Sabtu (17/11/2012), di Kabupaten Bangli. 

Saat ini, masih satu geopark Indonesia  yang diterima di Jaringan Global Geoprark UNESCO, sedangkan Cina telah memiliki 27 geopark yang sudah diterima JGG UNESCO, 18 geopark di tingkat lokal dan nasional. Kemajuan ekonomi Cina selalu dibarengi dengan pengelolaan heritage-nya dengan serius. Ini yang menarik pada Cina. Apakah Indonesia bisa mengikuti jejak Cina dalam pengelolaan ekonomi dan heritage? Kita tunggu saja.

Rabu, 14 Maret 2012

Dukung Petisi Komunitas Penelitian Heritage Eropa!

Saya dapat  email pada 14 Maret 2012 dari Pauline van Roosmalen, peneliti Sejarah Tatakota Indonesia dari Belanda yang menyatakan bahwa Komisi Eropa akan menghapus dana penelitian untuk heritage di Eropa  Keputusan ini berdampak serius terhadap penghentian konservasi cultural heritage di Eropa.

Komunitas Penelitian Heritage  berinisiatif membuat petisi online yang ditujukan kepada Parlemen Eropa dan Dewan Eropa untuk merespon kebijakan penghaspusan dana penelitian heritage di Eropa. Bagi anda pecinta, peneliti atau aktivis heritage di Indonesia , yang berminat menandatangani petisi online yang dibuat Komunitas Penelitian Heritage, silahkan klik Petition

Berikut petikan email dari Pauline van Roosmalen:


Selasa, 18 Oktober 2011

Dukung Komodo Menuju 7 Keajaiban Dunia, SMS Rp 1,-

Dukung Komodo menuju ‘7 Keajaiban Dunia’ kirim SMS ke 9818 melalui semua operator layanan selular. Ketik KOMODO ke 9818 (gratis).




Taman Nasional Komodo terdiri dari tiga pulau besar, Komodo, Rinca, dan Padar serta beberpa pulau-pulau kecil, dengan luas 1.817 km2. Taman Nasional ini didirikan pada 1980 untuk melindungi habitat komodo, salah satu spesies binatang purba. Selain itu Taman Nasional Komodo ini juga didedikasikan untuk melindungi spesies binatang laut lainnya.

Di Pulau Komodo, hewan komodo hidup dan berkembang biak dengan baik. Hingga Agustus 2009, di pulau ini terdapat sekitar 1300 ekor komodo. Ditambah dengan pulau lain, seperti Pulau Rinca dan dan Gili Motang, jumlah mereka keseluruhan mencapai sekitar 2.500 ekor. Ada pula sekitar 100 ekor komodo di Cagar Alam Wae Wuul di daratan Pulau Flores tapi tidak termasuk wilayah Taman Nasional Komodo.

Siapa saja pesaing  Komodo untuk bisa masuk ‘7 Keajaiban Dunia’?
Baca di http://www.new7wonders.com/vote-2

Menurut HM. Jusuf Kalla, Duta Komodo,  sangat penting sekali, dan saya harapkan masyarakat terus mendukung agar (Pulau Komodo) menjadi salah satu keajaiban dunia (Kompas, 11/10/2011).

Dukung Komodo menuju ‘7 Keajaiban Dunia’ kirim SMS ke 9818 melalui semua operator layanan selular. Ketik KOMODO ke 9818 (gratis).

SMS Rp 1,- berdasarkan website Telkomsel  http://www.telkomsel.com/program/dukung-komodo

Mari kita dukung KOMODO menjadi NEW SEVEN WONDERS OF NATURE.

Voting Deadline by SMS: 11 November 2011. (pelbagai sumber)