Tampilkan postingan dengan label identitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label identitas. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 April 2012

Ide Museum Korupsi di Cina

Museum Jianchuan, Chengdu, Provinsi Sichuan, Cina


All institutions are prone to corruption and to the vices of their members.
Semua insitusi  rentan terhadap korupsi dan kelemahan moral para anggotanya.
(Morrist West)







Situs globalvoicesonline.org melansir bahwa sebuah museum korupsi direncanakan didirikan di provinsi barat daya Sichuan, China Daily melaporkan, yang  mengutip dari sebuah koran lokal. Museum ini mencari nominasi dari netizen, dari 100 pejabat paling korup di abad terakhir. Proyek ini pertama kali diusulkan pada microblog Fan Jianchuan, pendiri Museum Jianchuan di Chengdu. Dia mengatakan bahwa museum akan menerima nominasi dari pbulik yang dapat memberikan suara (mem-vote) di website museum-nya. Penentuan kriteria ‘the top 100’ (100 koruptor papan atas) meliputi pejabat seniour yang korup, jumlah uang uang dikorupsi, cara korupsi,  nilai kekayaan dan dampaknya terhadap masyarakat.

Selasa, 13 September 2011

Dhian Lestari Hastuti: Interior Ndalem Laweyan dan Identitas Diri


Dhian Lestari Hastuti

Bonggan kang tan merlokena, mungguh ugering ngaurip, uripe lan tri prakara, wirya arta triwinasis, kalamun kongsi sepi, saka wilangan tetelu, telas tilasing janma, aji godhong jati aking, temah papa papariman ngulandara.  (Mangkunegara IV dalam serat Wedhatama pupuh Sinom bait ke-29).


Inti dari ajaran tersebut adalah untuk mencapai derajat atau status sosial, dapat melalui wirya atau jabatan, Jika jabatan tidak dimilki, status sosial dapat dicapai melalui arta atau uang dan kekayaan. Namun jika wirya dan arta tidak dimiliki, status sosial dapat melalui winasis atau pendidikan dan pengetahuan. Jika ketiganya tidak dimiliki maka hidupnya seperti daun jati kering yang tidak berguna dan nasibnya tidak jelas.