Tampilkan postingan dengan label museum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label museum. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Mei 2012

Pesan Hari Museum Internasional, 18 Mei 2012


oleh The International Committee of Museum (Dewan Internasional Museum)

Tiap tahun, Komite Penasehat ICOM mengusulkan tema yang dapat diinterpretasi oleh museum untuk meningkatkan peran museum di hati masyarakat.  Adapun tema Hari Internasional Museum 2012 ini adalah Museums in a Changing World. New challenges, New inspirations. (Museum dalam Perubahan Dunia. Tantangan-tantangan Baru dan Inspirasi-inspirasi Baru).

Jumat, 06 April 2012

Ide Museum Korupsi di Cina

Museum Jianchuan, Chengdu, Provinsi Sichuan, Cina


All institutions are prone to corruption and to the vices of their members.
Semua insitusi  rentan terhadap korupsi dan kelemahan moral para anggotanya.
(Morrist West)







Situs globalvoicesonline.org melansir bahwa sebuah museum korupsi direncanakan didirikan di provinsi barat daya Sichuan, China Daily melaporkan, yang  mengutip dari sebuah koran lokal. Museum ini mencari nominasi dari netizen, dari 100 pejabat paling korup di abad terakhir. Proyek ini pertama kali diusulkan pada microblog Fan Jianchuan, pendiri Museum Jianchuan di Chengdu. Dia mengatakan bahwa museum akan menerima nominasi dari pbulik yang dapat memberikan suara (mem-vote) di website museum-nya. Penentuan kriteria ‘the top 100’ (100 koruptor papan atas) meliputi pejabat seniour yang korup, jumlah uang uang dikorupsi, cara korupsi,  nilai kekayaan dan dampaknya terhadap masyarakat.

Kamis, 23 Februari 2012

Saatnya Arema Punya Museum Sepak Bola

Stadion Malang (1938)

Saya ingat pertemuan saya dengan almarhum drg. Oei Boen Thong pada 2003 di rumahnya kawasan Taman Slamet, Malang. Ia bercerita bahwa Malang pada tahun 1938 merupakan salah satu kota terindah di dunia, pada tahun 1938 dan stadion Gajayana Malang merupakan stadion tertua di Indonesia, dibangun pada 1924 dan mulai dipergunakan pada tahun 1926. Saya baca laporan Walikota Malang zaman kolonial tahun 1938 yang berbahasa Belanda tentang pembangunan stadion Malang. Luar biasa, begitu rinci catatan itu, misalnya pembelian pasir, batu bata, pembebasan tanah dan lain-lain, yang menelan biaya ribuan gulden  tercatat dengan rinci dan transparan. 

Selasa, 24 Mei 2011

Museum Ludruk Karya Budaya, Mimpi Cak Edy Karya

Cak Edy Karya

Marsudiyo wong cilik biso gumuyu
(Kami berupaya membuat orang kecil bisa tersenyum).
Nafas saya adalah nafas ludruk,  darah saya mengalir darah ludruk.
      - Cak Edy Karya -

Begitu indah filosofi Eko Edi Susanto di atas yang ia jalani bertahun-tahuin, yang selalu berbagi kebahagiaan dengan sesama. Dia yang akrab dipanggil Cak Edy  Karya (53 tahun), adalah seorang ketua dan pengelola Ludruk Karya Budaya, Mojokerto, Jawa Timur dan mempunyai mimpi mendirikan Museum Ludruk Karya. Ia berharap ada seseorang atau lembaga yang merespon mewujudkan mimpinya mendirikan Museum Ludruk Karya Budaya.


Jumat, 20 Mei 2011

Indonesia Perlu Museum Korupsi!


Bangsa Indonesia itu adalah bangsa yang unik dan banyak kelebihannya. Banyak orang mengatakan bangsa ini ramah, santun,  tahu diri, kaya tradisi dan budaya  serta negeri yang gemah ripah loh jinawi. Salah satu kelebihannya yang menonjol adalah makin meningkatnya angka korupsi. Meskipun telah ada lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Indonesia Corruption Watch (ICW), toh pejabat eksekutif dan legislatif makin berani berkorupsi – tidak ada budaya malu. Mungkin sudah saatnya sekarang bangsa Indonesia membangun Museum Korupsi di kota-kota Indonesia, untuk membangaun budaya malu.