Tampilkan postingan dengan label karya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label karya. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Mei 2014

Ludruk Karya Budaya, 12 Jam Kidungan Jula-Juli Nonstop


Ludruk Karya Budaya dari Mojokerto yang didirikan pada tanggal 29 Mei 1969,  akan merayakan HUT ke-45 dengan tajuk ’45 Tahun Duta Budaya Bersinar Ludruk Karya Budaya’. Perjalanan panjang yang penuh liku untuk sekedar bertahan sebagai grup teater tradisional Jawa Timur, tak membuatnya lelah dalam memberikan kontribusi terhadap perjalanan sejarah seni pertunjukan Indonesia. Rangkaian acara dalam menyambut HUT ke-45 adalah sebagai berikut:

27 Mei 2014, pk. 08.30 wib - selesai
Diskusi  buku ‘Ludruk Karya Budaya Mbeber Urip’
Bertempat di:
Rumah Makan Jimbaran
Jl. Bypass Mojokerto

28 Mei 2014, pk 19.30 wib  - selesai
- Lanching buku ‘Ludruk Karya Budaya Mbeber Urip’
- Pentas Ludruk Karya Budaya dengan lakon ‘Keris Tunjung Biru’
Bertempat di:
Taman Krida Budaya
Jl. Soekarno-Hatta, Malang

29 Mei 2014, pk. 12.00 -24.00 wib
12 Jam Kidungan Nonstop
Bertempat di:
Pondok Jula-Juli
Desa Canggu, Kec. Jetis, Kab. Mojokerto

Kontak
Jabbar 0819 4969 0927

Sabtu, 20 Oktober 2012

Pentas Ludruk Karya Budaya, 22 Oktober 2012




Festival Gambuh Condro Purnomo 2012 | Dewan Kesenian Kota Mojokerto turut merayakan Hari Jadi Pemerintah Provinsi Jawa Timur ke-67, mempersembahkan:

Ludruk Karya Budaya Mojokerto
Lakon : MALING CALURING


Hari : Senin
Tanggal : 22 Oktober 2012
Pukul : 19.00 WIB
Tempat : Pelataran Sekretariat Dewan Kesenian Kota Mojokerto (sebelah selatan GOR Majapahit, Jl. Gajah Mada No. 149 Kota Mojokerto)

Minggu, 17 Juni 2012

Jawa Timur Bicara


I N F O
JAWA TIMUR BICARA
PENJARINGAN DAN SELEKSI KARYA-KARYA SENI PILIHAN

A.PENGANTAR
JAWA TIMUR BICARA, merupakan tema dari program Dewan Kesenian Provinsi Jawa Timur tahun 2012 dalam mendorong dan memfasilitasi lahirnya karya-karya seniman Jawa timur yang punya kebaruan dalam konsep dan visualisasinya.
Sudah lama seniman Jawa Timur tidak melahirkan karya-karya yang dinilai fenomenal, karya yang membumi dengan persoalan-persoalan mutakhir yang mengedepankan kekayaan budaya Jawa timur. Oleh karenanya dalam JAWA TIMUR BICARA, Dewan Kesenian Jawa Timur dengan mengikutsertakan beberapa orang yang selama ini dipandang sangat intens dalam mengamati, mendiskusikan dan mau berbuat untuk perkembangan karya-karya seniman yang punya nilai KEBARUAN, untuk menjadi kurator pada seni pertunjukan (musik, tari, teater), audio visual dan seni rupa, dan menjadi juri pada karya sastra. Karya-karya ini kami namakan sebagai KARYA PILIHAN.

Tahun 2012 adalah awal dari pelaksanaan JAWA TIMUR BICARA melalui KARYA-KARYA PILIHAN para seniman kreator Jawa Timur yang sangat memiliki potensi untuk melahirkan karya-karya yang akan menjadi fenomenal.

Selasa, 17 April 2012

Aksara Tubuh, Karya Baru Independent Expression 2012




Bahasa bukan sekedar deretan huruf dan kata-kata yang terangkai menjadi kalimat. Bahasa yang terdiri dari goresan-goresan garis yang membentuk simbol-simbol yang nempunyai makna dan nilai komunikasi seperti kaligafi Arab, Cina, Jepang, Korea, Pali, Sansekerta dan Jawa, bukan hanya sekedar kumpulan garis, melainkan mengandung  peristiwa kehidupan, nilai, makna,  dan pergulatan identitas kultural dari suatu bangsa.

Kaligrafi aksara Jawa, alat komunikasi masyarakat Jawa di masa lalu  kini sudah bukan menjadi bagian yang penting bagi kehidupan masyarakat Jawa sekarang. Kaligrafi Jawa kini sudah menjadi artefak atau hanya digunakan untuk tulisan di souvenir atau hanya menjadi tulisan nama jalan atau hanya penanda identitas Jawa. 

Aksara Tubuh

Aksara Jawa dalam konteks sebagai bagian Indonesian cultural heritage, menjadi inspirasi ide karya tari oleh koreografer Bobby Ary Setiawan yang sekaligus pimpinan grup tari Independent Expression - dengan judul  Aksara Tubuh.   Menurut Bobby,  penulisan aksara Jawa mempunyai keunikan, sama halnya dengan membuat tulisan  kaligrafi Arab, Cina, penulisan aksara jawa perlu tekhnik khusus yang harus dipelajari, tebal tipisnya garis dan juga pemaknaan yang terkandung didalam setiap huruf menjadi cermatan yang hendak dipelajari lebih dalam oleh koreografer.

Selasa, 24 Mei 2011

Museum Ludruk Karya Budaya, Mimpi Cak Edy Karya

Cak Edy Karya

Marsudiyo wong cilik biso gumuyu
(Kami berupaya membuat orang kecil bisa tersenyum).
Nafas saya adalah nafas ludruk,  darah saya mengalir darah ludruk.
      - Cak Edy Karya -

Begitu indah filosofi Eko Edi Susanto di atas yang ia jalani bertahun-tahuin, yang selalu berbagi kebahagiaan dengan sesama. Dia yang akrab dipanggil Cak Edy  Karya (53 tahun), adalah seorang ketua dan pengelola Ludruk Karya Budaya, Mojokerto, Jawa Timur dan mempunyai mimpi mendirikan Museum Ludruk Karya. Ia berharap ada seseorang atau lembaga yang merespon mewujudkan mimpinya mendirikan Museum Ludruk Karya Budaya.