![]() |
| Kolam Segaran, Trowulan (Foto: BP3 Jawa Timur) |
Rabu, 17 April 2013
Trowulan Merayakan Hari Pusaka Dunia 2013
Minggu, 14 April 2013
Heritage of Education, Tema World Heritage Day 2013
Perlindungan dan konservasi warisan pendidikan tidak hanya berarti melestarikan aset budaya tetapi juga, pada saat yang sama, merayakan pendidikan sebagai salah satu tugas dasar manusia.
Mungkin banyak masyarakat Indonesia masih belum mengenal World Heritage Day (Hari Warisan Dunia) yang diperingati tiap tanggal 18 April di seluruh dunia. Tujuan peringatan adalah untuk merayakan keragaman warisan budaya di seluruh dunia. World Heritage Day memang tidak populer di Indonesia, dan pemerintah Indonesia sendiri nampaknya tak tertarik mendorong masyarakat untuk memperingati World Heritage Day. World Heritage Day ini digagas oleh ICOMOS (International Council on Monuments and Sites) pada tahun 1982. ICOMOS adalah NGO yang bergerak di bidang konvervasi dan perlindungan warisan budaya yang berbentuk tempat atau bangunan. Organisasi ini berbasis di Paris. World Heritage Day juga dikenal sebutan The International Day on Monuments and Sites. Pada tahun 2013 ini ICOMOS menetapkan tema peringatannya adalah Heritage of Education (Warisan Pendidikan).
Tema Heritage of Education
Meskipun mungkin untuk menemukan beberapa definisi pendidikan, semuanya mengacu pada suatu bentuk pembelajaran di mana pengetahuan, keterampilan dan kebiasaan sekelompok orang yang ditransfer dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan atau penelitian. Pendidikan juga berarti transmisi keyakinan dan nilai-nilai dan karenanya dapat dianggap sebagai salah satu sarana utama untuk membangun masa depan.
Mungkin banyak masyarakat Indonesia masih belum mengenal World Heritage Day (Hari Warisan Dunia) yang diperingati tiap tanggal 18 April di seluruh dunia. Tujuan peringatan adalah untuk merayakan keragaman warisan budaya di seluruh dunia. World Heritage Day memang tidak populer di Indonesia, dan pemerintah Indonesia sendiri nampaknya tak tertarik mendorong masyarakat untuk memperingati World Heritage Day. World Heritage Day ini digagas oleh ICOMOS (International Council on Monuments and Sites) pada tahun 1982. ICOMOS adalah NGO yang bergerak di bidang konvervasi dan perlindungan warisan budaya yang berbentuk tempat atau bangunan. Organisasi ini berbasis di Paris. World Heritage Day juga dikenal sebutan The International Day on Monuments and Sites. Pada tahun 2013 ini ICOMOS menetapkan tema peringatannya adalah Heritage of Education (Warisan Pendidikan).
Tema Heritage of Education
Meskipun mungkin untuk menemukan beberapa definisi pendidikan, semuanya mengacu pada suatu bentuk pembelajaran di mana pengetahuan, keterampilan dan kebiasaan sekelompok orang yang ditransfer dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan atau penelitian. Pendidikan juga berarti transmisi keyakinan dan nilai-nilai dan karenanya dapat dianggap sebagai salah satu sarana utama untuk membangun masa depan.
Selasa, 19 Februari 2013
Sejarah Hari Bahasa Ibu Sedunia
Hari Bahasa Ibu Sedunia adalah hari libur nasional di Bangladesh, di mana Hari Bahasa Ibu Sedunia itu juga dikenal sebagai Shohid Dibosh, atau Shaheed Day.
Pada tahun 1947, negara India melakukan pembagian wilayah, wilayah Bengali dibagi sesuai dengan keyakinan agama besar penduduk. Bagian barat menjadi komponen dari India dan bagian timur berubah menjadi negara Pakistan yang dikenal sebagai Bengali Timur dan kemudian dikenal dengan Pakistan Timur. Namun demikian, ada gesekan ekonomi, pendidikan dan bahasa antara Pakistan Timur dan Pakistan Barat.
Gesekan itu mengakibatkan kegelisahan nyata pada tahun 1948, ketika pemerintah Pakistan menyatakan bahwa Urdu adalah satu-satunya bahasa yang dinasionalisasi. Hal itu memicu protes penduduk Pakistan Timur yang berbahasa Bengali. Pemerintah Pakistan melarang perselisihan, tetapi pada tanggal 21 Februari 1952, mahasiswa Universitas Dhaka dan juru kampanye lainnya siap untuk protes. Kemudian pada hari itu, polisi melepaskan tembakan pada demonstran dan menewaskan empat mahasiswa. Kematian empat mahasiswa dalam memperjuangkan hak untuk menggunakan bahasa ibu mereka sekarang diperingati sebagai Hari Bahasa Ibu Sedunia (International Mother Language Day).
![]() |
| Minar Shaheed |
Gesekan itu mengakibatkan kegelisahan nyata pada tahun 1948, ketika pemerintah Pakistan menyatakan bahwa Urdu adalah satu-satunya bahasa yang dinasionalisasi. Hal itu memicu protes penduduk Pakistan Timur yang berbahasa Bengali. Pemerintah Pakistan melarang perselisihan, tetapi pada tanggal 21 Februari 1952, mahasiswa Universitas Dhaka dan juru kampanye lainnya siap untuk protes. Kemudian pada hari itu, polisi melepaskan tembakan pada demonstran dan menewaskan empat mahasiswa. Kematian empat mahasiswa dalam memperjuangkan hak untuk menggunakan bahasa ibu mereka sekarang diperingati sebagai Hari Bahasa Ibu Sedunia (International Mother Language Day).
Senin, 18 Februari 2013
Pesan Hari Bahasa Ibu Sedunia 2013
![]() |
| Ms. Irina Bokova |
Pesan Hari Bahasa Ibu Sedunia
oleh: Ms. Irina Bokova, Direktur Jenderal UNESCO
UNESCO, 21 Februari 2013
Hari Bahasa Ibu Sedunia adalah kesempatan yang ideal untuk menyoroti pentingnya bahasa bagi suatu kelompok dan identitas individu, sebagai dasar bagi semua kehidupan sosial, ekonomi dan budaya.
Multilingualisme merupakan sumber kekuatan dan kesempatan bagi kemanusiaan. Ini mewujudkan keragaman budaya kita dan mendorong pertukaran pandangan, ide-ide pembaharuan dan memperluas kapasitas kita untuk berimajinasi. Dialog sejati berarti menghormati bahasa, dan oleh karena itu mengapa UNESCO bekerja untuk memanfaatkan kekuasaannya dalam mendorong saling pengertian. Kami mendorong pengajaran dalam bahasa ibu, yang memfasilitasi perjuangan melawan buta huruf dan memberikan kontribusi terhadap kualitas pendidikan. Perlindungan bahasa memastikan juga bahwa pengetahuan langka dan genuine dijaga dan diwariskan. Dengan memberikan kita masing-masing cara untuk membuat diri kita didengar dan dihormati, ini juga termasuk kekuatan sosial.
Memperingati Hari Bahasa Ibu Sedunia, 21 Februari 2013
“Multilingualisme merupakan sumber kekuatan dan kesempatan bagi kemanusiaan. Ini mewujudkan keragaman budaya kita dan mendorong pertukaran pandangan, ide-ide pembaharuan serta memperluas kapasitas kita untuk berimajinasi.”
(Irina Bokova, Direktur Jendral UNESO)
Pada tahun 1999, UNESCO memutuskan untuk meluncurkan International Mother Language Day (IMLD) atau Hari Bahasa Ibu Sedunia yang akan diperingati di seluruh dunia setiap tahun pada tanggal 21 Februari. Perayaan ini dirancang untuk mempromosikan keragaman linguistik dan pendidikan multibahasa, untuk menekankan kesadaran yang mendalam tentang pentingnya pendidikan bahasa ibu.
(Irina Bokova, Direktur Jendral UNESO)
Pada tahun 1999, UNESCO memutuskan untuk meluncurkan International Mother Language Day (IMLD) atau Hari Bahasa Ibu Sedunia yang akan diperingati di seluruh dunia setiap tahun pada tanggal 21 Februari. Perayaan ini dirancang untuk mempromosikan keragaman linguistik dan pendidikan multibahasa, untuk menekankan kesadaran yang mendalam tentang pentingnya pendidikan bahasa ibu.
Kamis, 17 Januari 2013
La Galigo, Memory of the World Indonesia
Memory of the World UNESCO. melindungi warisan dokumenter kemanusiaan terhadap amnesia (kehilangan kemampuan mengingat) kolektif, kelalaian, kerusakan akibat waktu dan kondisi iklim, dan perusakan yang disengaja.
UNESCO mempunyai program pelestarian warisan dokumenter heritage yang disebut Memory of the World (Ingatan Dunia). La Galigo telah resmi dinayatakan sebagai Memory of the World pada tahun 2011. La Galigo adalah sebuah epik mitos penciptaan dari peradaban Bugis di Sulawesi Selatan yang ditulis sekitar abad ke-13 dan ke-15 dalam bentuk puisi bahasa Bugis kuno, ditulis dalam huruf lontar kuno Bugis. Puisi ini terdiri dalam sajak bersuku lima, yang menceritakan kisah asal-usul manusia. Selain itu juga berfungsi sebagai almanak praktis sehari-hari.
Epik ini dalam masyarakat Bugis berkembang sebagian besar melalui tradisi lisan dan masih dinyanyikan pada kesempatan-kesempatan tradisional Bugis penting. Versi tertulis hikayat ini yang paling awal diawetkan pada abad ke-18, di mana versi-versi yang sebelumnya telah hilang akibat serangga, iklim atau perusakan. Akibatnya, tidak ada versi Galigo yang pasti atau lengkap, namun bagian-bagian yang telah diawetkan berjumlah 6.000 halaman atau 300.000 baris teks, membuatnya menjadi salah satu karya sastra terbesar. Diduga epik ini mungkin lebih tua dan ditulis sebelum epik Mahabharata dari India. Isinya sebagian terbesar berbentuk puisi yang ditulis dalam bahasa Bugis kuno. Epik ini mengisahkan tentang Sawerigading, seorang pahlawan yang gagah berani dan juga perantau.
Adapun heritage Indonesia yang masuk dalam Daftar Nominasi Memory of The World 2012 selain La Galigo adalah Babad Diponegoro, Nāgarakrĕtāgama, dan Dokumentasi Mak Yong (lihat di sini).
UNESCO mempunyai program pelestarian warisan dokumenter heritage yang disebut Memory of the World (Ingatan Dunia). La Galigo telah resmi dinayatakan sebagai Memory of the World pada tahun 2011. La Galigo adalah sebuah epik mitos penciptaan dari peradaban Bugis di Sulawesi Selatan yang ditulis sekitar abad ke-13 dan ke-15 dalam bentuk puisi bahasa Bugis kuno, ditulis dalam huruf lontar kuno Bugis. Puisi ini terdiri dalam sajak bersuku lima, yang menceritakan kisah asal-usul manusia. Selain itu juga berfungsi sebagai almanak praktis sehari-hari.
Epik ini dalam masyarakat Bugis berkembang sebagian besar melalui tradisi lisan dan masih dinyanyikan pada kesempatan-kesempatan tradisional Bugis penting. Versi tertulis hikayat ini yang paling awal diawetkan pada abad ke-18, di mana versi-versi yang sebelumnya telah hilang akibat serangga, iklim atau perusakan. Akibatnya, tidak ada versi Galigo yang pasti atau lengkap, namun bagian-bagian yang telah diawetkan berjumlah 6.000 halaman atau 300.000 baris teks, membuatnya menjadi salah satu karya sastra terbesar. Diduga epik ini mungkin lebih tua dan ditulis sebelum epik Mahabharata dari India. Isinya sebagian terbesar berbentuk puisi yang ditulis dalam bahasa Bugis kuno. Epik ini mengisahkan tentang Sawerigading, seorang pahlawan yang gagah berani dan juga perantau.
Adapun heritage Indonesia yang masuk dalam Daftar Nominasi Memory of The World 2012 selain La Galigo adalah Babad Diponegoro, Nāgarakrĕtāgama, dan Dokumentasi Mak Yong (lihat di sini).
Label:
babad,
dipnegoro,
galigo,
indonesia,
la,
mak,
memory,
nagarakretagama,
of the,
unesco,
world,
yong
Minggu, 13 Januari 2013
Cari Hotel di Kota-Kota Indonesia
Jika anda berkunjung ke kota-kota di Indonesia untuk berwisata atau berbisnis dan binging mencari akomodasi hotel pada kota yang dituju. Berikut info link mencari hotel di beberapa kota di Indonesia. Anda bisa mencari di link di bawah ini dengan tekan tulisan KLIK DI SINI, di belakang nama kota:
B a l i KLIK DI SINI
J a w a
Jakarta KLIK DI SINI
Bandung KLIK DI SINI
Yogyakarta KLIK DI SINI
Solo KLIK DI SINI
Semarang KLIK DI SINI
Surabaya KLIK DI SINI
Label:
bali,
balikpapan,
bandara,
bandung,
batam,
cari,
dekat,
di,
hotel,
indonesia,
jakarta,
jayapura,
kota,
semarang,
solo,
surabaya,
yogyakarta
Langganan:
Postingan (Atom)






