Tampilkan postingan dengan label 2013. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 2013. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 April 2013

Pesan Hari Tari Dunia 2013

Pesan Hari Tari Dunia 2013
oleh: Lin Hwai Min, Pendiri/Direktur Artistik Cloud Gate Dance Theatre, Taiwan.
Lin Hwai Min
Dikatakan dalam tulisan Pendahuluan dari buku "The Book of Songs," antologi puisi Cina yang berasal dari 10 hingga abad ke-7 SM:

"Emosi bergerak dan membawa bentuk kata-kata.
Jika kata-kata tidak cukup, kita berbicara dalam desahan.
Jika mendesah tidak cukup, kita menyanyikannya.
Jika menyanyi tidak cukup, maka secara tidak sadar
tangan kita menarikan emosi  dan kaki kita menekan emosi itu. "

Rabu, 17 April 2013

Trowulan Merayakan Hari Pusaka Dunia 2013

Kolam Segaran, Trowulan (Foto: BP3 Jawa Timur)
Kawasan situs Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, menjadi venue acara puncak Hari Pusaka Dunia pada 18 April 2013 .Hari Pusaka Dunia (World Heritage Day) yang juga dikenal dengan sebutan Hari Monumen dan Situs Internasional (The International Day on Monuments and Sites) yang digagas oleh ICOMOS (International Council on Monuments and Sites) pada tahun 1982. ICOMOS sendiri menetapkan tema peringatan Hari Pusaka Dunia 2013 adalah ‘Heritage of Education’. Agenda peringatan ini merupakan salah satu puncak kegiatan yang menandai dua dasawarsa gerakan pelestarian pusaka Indonesia melalui kegiatan sepanjang tahun – Tahun Pusaka Indonesia 2013 dengan tema ‘Pusaka untuk Kesejahteraan Rakyat’.

Senin, 18 Februari 2013

Pesan Hari Bahasa Ibu Sedunia 2013

Ms. Irina Bokova

Pesan Hari Bahasa Ibu Sedunia
oleh: Ms. Irina Bokova, Direktur Jenderal UNESCO
UNESCO, 21 Februari 2013

Hari Bahasa Ibu Sedunia adalah kesempatan yang ideal untuk menyoroti pentingnya bahasa bagi suatu  kelompok dan identitas individu, sebagai dasar bagi semua kehidupan sosial, ekonomi dan budaya.

Multilingualisme merupakan sumber kekuatan dan kesempatan bagi kemanusiaan. Ini mewujudkan keragaman budaya kita dan mendorong pertukaran pandangan, ide-ide pembaharuan dan memperluas kapasitas kita untuk berimajinasi. Dialog sejati berarti menghormati bahasa, dan oleh karena itu  mengapa UNESCO bekerja untuk memanfaatkan kekuasaannya dalam mendorong saling pengertian. Kami mendorong pengajaran dalam bahasa ibu, yang memfasilitasi perjuangan melawan buta huruf dan memberikan kontribusi terhadap kualitas pendidikan. Perlindungan bahasa memastikan juga bahwa pengetahuan langka dan genuine  dijaga dan diwariskan. Dengan memberikan kita masing-masing cara untuk membuat diri kita didengar dan dihormati, ini juga termasuk kekuatan sosial.

Memperingati Hari Bahasa Ibu Sedunia, 21 Februari 2013

“Multilingualisme merupakan sumber kekuatan dan kesempatan bagi kemanusiaan. Ini mewujudkan keragaman budaya kita dan mendorong pertukaran pandangan, ide-ide pembaharuan serta memperluas  kapasitas kita untuk berimajinasi.”
(Irina Bokova, Direktur Jendral UNESO)


Pada tahun 1999, UNESCO memutuskan untuk meluncurkan International Mother Language Day (IMLD) atau Hari Bahasa Ibu Sedunia yang akan diperingati  di seluruh dunia setiap tahun pada tanggal 21 Februari. Perayaan ini dirancang untuk mempromosikan keragaman linguistik dan pendidikan multibahasa, untuk menekankan kesadaran yang mendalam tentang pentingnya pendidikan bahasa ibu.