Sabtu, 02 Juni 2012

Sugiyono: Ingin Batik Jombang Go International


Sugiyono sedang membatik.




pandume wong urip iku dhewe-dhewe, mulo kudu sabar nerimo ning tetep usaha







Sosok Sugiyono adalah seorang yang selalu gelisah untuk terus menciptakan batik motif Jombangan. Hidupnya tak bisa lepas dari dunia batik. Tubuhnya mengalir darah seni yang kuat dan darahnya terus menari untuk menbipta motif-motif batik Jombangan.. Memahami dan mencipta batik bagi dirinya adalah suatu perjalanan yang tak pernah selesai. Perjalanan dari desa ke desa di kawasan Kabupaten Jombang terus ia lakukan untuk mencari inspirasi local genius dalam penciptaan motif batik.

Selasa, 08 Mei 2012

Real Madrid Punya Heritage Centre


Situs resmi Real Madrid www.realmadrid.com selalu merilis berita teks, foto, dan video tentang aktivitas klub, agenda, informasi pertandingan, video, foto para pemain, profil pemain, games bola, dan lain-lain seputar klub Real Madrid.

Yang menarik pada situs Real Madrid ini, terdapat menu Heritage Centre. Jelas, Real Madrid tidak memperlakukan sepak bola sebagai ajang komersial saja, melainkan menjadikan tradisi sepak bola Real Madrid menjadi warisan budaya bagi masyarakat Spanyol sendiri, maupun masyarakat dunia.

Minggu, 06 Mei 2012

Pesan Hari Museum Internasional, 18 Mei 2012


oleh The International Committee of Museum (Dewan Internasional Museum)

Tiap tahun, Komite Penasehat ICOM mengusulkan tema yang dapat diinterpretasi oleh museum untuk meningkatkan peran museum di hati masyarakat.  Adapun tema Hari Internasional Museum 2012 ini adalah Museums in a Changing World. New challenges, New inspirations. (Museum dalam Perubahan Dunia. Tantangan-tantangan Baru dan Inspirasi-inspirasi Baru).

Jumat, 27 April 2012

Festival Gambuh Condro Purnomo, 29 April


Gambuh Condro Purnomo
Merayakan Hari Tari Dunia, 29 April 2012
bersama Didik Nini Thowok

tema ‘Tari dan Klenteng’

Klenteng Hok Siang Kiong, Kota Mojokerto
 
 
A.Latar belakang
 
Tidak semua pesan manusia disampaikan secara verbal. Ada hal-hal yang bisa disampaikan secara nonverbal, yaitu lewat seni tari. Tari adalah ekspresi gerak tubuh yang disampaikan secara artistik dalam menyampaikan pesan dan bersifat universal. Universalitas inilah yang bisa merekatkan perbedaan-perbedaan antarsesama demi perdamaian dunia. Dalam rangka Hari Tari Dunia pada 29 April 2012, Festival Gambuh Condro Purnomo akan menghadirkan event  tari bertajuk ‘Tari dan Klenteng’ dalam memperingati Hari Tari Dunia 29 April 2012. Dalam event ini, 100 anak-anak akan menari di depan halaman klenteng dan acara puncak – Didik Nini Thowok menampilkan karyanya berjudul ‘Dewi Sarag Jodag Gandrung’.
 
Venue pentas di depan bangunan tua  bersejarah Klenteng Hok Siang Kiong. Klenteng yang dibangun pada tahun 1823 ini menjadi background panggung, sebagai simbol perekat keberagaman. Di klenteng ini pula pada 2 Desember 2006 terjadi pertama kalinya terjadi peristiwa historis, yaitu  pernikahan  secara tradisi agama Konghucu di Kota Mojokerto. Klenteng ini berdekatan dengan Vihara Metta Sraddha yang didirikan pada tahun 1955, yang juga merupakan bangunan tua bersejarah. Dengan tajuk ‘Tari dan Klenteng’, tari dan kearifan lokal hadir di depan publik Mojokerto yang beragam (lintas-etnis, lintas-profesi, dan lintas-budaya).

Kamis, 19 April 2012

Telinga Hati: Hari Peduli Bising se-Dunia, 25 April 2012


,
Telinga Hati menyelenggarakan Hari Peduli Bising se-Dunia (International Noise Awareness Day} pada  hari Rabu, 25 April 2012, pk 09.00 – selesai, bertempat di Museum Mandiri, Beos– Jakarta Kota Tua (Jl. Lapangan Stasiun Kota No 1 Jakarta Barat), acara : seminar, baksos bersih serumen dan skrining pendengaran serta performance. Acara tersebut adalah salah satu upaya sosialisasi PGPKT (Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian). Kehadiran dan partisipasi yang diberikan sangatlah penting bagi semua. Karena acara ini akan memberi makna yang besar bagi masyarakat sekitar Museum Mandiri khususnya serta masyarakat Indonesia umumnya dalam hal kesehatan lahiriah dan batiniah menuju kesejahteraan sosial melalui kesehatan indera pendengaran, sebagaimana yang telah dicanangkan pemerintah melalui Kemenkes RI: Telinga Sehat 2015 menuju  Sound Hearing 2030 [WHO].

Deskripsi:
Pemahaman suara masih belum dipahami masyarakat luas berikut dampaknya bagi otak dan perilaku manusia, bahkan semenjak janin. Suara bising mempengaruhi kesehatan masyarakat. Tak hanya seputar kesehatan pendengaran atau telinga, namun juga kesehatan mentalnya (psikis).

Selasa, 17 April 2012

Aksara Tubuh, Karya Baru Independent Expression 2012




Bahasa bukan sekedar deretan huruf dan kata-kata yang terangkai menjadi kalimat. Bahasa yang terdiri dari goresan-goresan garis yang membentuk simbol-simbol yang nempunyai makna dan nilai komunikasi seperti kaligafi Arab, Cina, Jepang, Korea, Pali, Sansekerta dan Jawa, bukan hanya sekedar kumpulan garis, melainkan mengandung  peristiwa kehidupan, nilai, makna,  dan pergulatan identitas kultural dari suatu bangsa.

Kaligrafi aksara Jawa, alat komunikasi masyarakat Jawa di masa lalu  kini sudah bukan menjadi bagian yang penting bagi kehidupan masyarakat Jawa sekarang. Kaligrafi Jawa kini sudah menjadi artefak atau hanya digunakan untuk tulisan di souvenir atau hanya menjadi tulisan nama jalan atau hanya penanda identitas Jawa. 

Aksara Tubuh

Aksara Jawa dalam konteks sebagai bagian Indonesian cultural heritage, menjadi inspirasi ide karya tari oleh koreografer Bobby Ary Setiawan yang sekaligus pimpinan grup tari Independent Expression - dengan judul  Aksara Tubuh.   Menurut Bobby,  penulisan aksara Jawa mempunyai keunikan, sama halnya dengan membuat tulisan  kaligrafi Arab, Cina, penulisan aksara jawa perlu tekhnik khusus yang harus dipelajari, tebal tipisnya garis dan juga pemaknaan yang terkandung didalam setiap huruf menjadi cermatan yang hendak dipelajari lebih dalam oleh koreografer.

Senin, 16 April 2012

Pesan Hari Tari Dunia 2012, 29 April




Memperingati Koreografi Kehidupan yang Tiada Akhir
oleh Sidi Larbi Cherkaoui





Melalui waktu, melalui usia, apa yang  bertahan adalah sebagian besar seni. Seni tampaknya menjadi  daun umat manusia, yaitu segala sesuatu untuk diwariskan - apakah warisan melalui bangunan, buku, lukisan, musik, gerakan, atau tarian. Dalam hal ini, saya pikir tarian sebagai warisan yang terkini, pelajaran sejarah paling up-to-date, karena tarian terhubung secara  konstan dengan masa lalu yang terkini dan hanya bisa terjadi di masa sekarang.