Minggu, 12 Juni 2011

Barata Sena: Copyright atau Copyleft?

simbol copyleft

simbol copyright

Karena ide saya sesungguhnya hanya satu persen
dari sebuah karya, saya malu mematenkannya. (Barata Sena)


‘Semua karya adalah kolaborasi. Tidak ada karya yang benar-benar tunggal. Seorang pelukis. Seorang pelukis akan melukis, tetapi cat warna tetap dibuat orang lain, kuasnya dibuat orang lain, kain kanvasnya dibuat orang lain, dan sebagainya. Tanpa kontribusi dari yang lainnya apa yang akan dia lukis? Di mana dia bisa melukis? Sembilan puluh sembilan persen pemberi kontribusi karya kita tidak pernah mengklaim dan mematenkan jasanya. “Hahaha betapa bodohnya aku kalau aku hanya memberi satu persen tetapi mengklaim seratus persen.”

Kamis, 09 Juni 2011

Belajar Mencari Rejeki dari Pengamen Bis Ekonomi

ikhlas bagi anda
halal buat kami
(pengamen di bis ekonomi)



Saya sering melakukan perjalanan  antarkota di Jawa Timur dan Jawa Tengah dengan bis ekonomi. Setiap saya naik bis ekonomi, selalu ada pengamen jalanan dan penjual jajanan menawarkan dagangannya mengais rezeki di dalam bis. Hanya bis ekonomi yang berbaik hati kepada mereka. Tak mungkin para pengamen bisa mengamen di bis pariwisata atau bis patas. Yang menghidupi ekonomi orang-orang kecil tetap orang-orang kecil juga. Supir, kondektur dan kernet bis adalah orang-orang kecil yang berbaik hati dengan pengamen.

Minggu, 29 Mei 2011

Tari Saman akan Menjadi Warisan Budaya Dunia

Tari Saman


Tubuh adalah esensi keindahan dari tari. Tubuh yang diam dan bergerak akan terasa keindahan terdalamnya jika ada suatu rasa (greget orang Jawa bilang atau taksu menurut orang Bali). Rasa itulah yang menjadi sumber energi penggerak  yang diperoleh dari penghayatann hidup sehari-hari dan proses latihan tari yang panjang. Gerakan yang indah belum tentu mempunyai rasa.  Menghadirkan rasa dalam tari, juga menghadirkan keindahanNya dalam tubuh penari.  Hanya dengan duduk, tepuk tangan dan tepukan tangan pada tubuh  dan tidak menggerakkan kaki seperti tari pada umumnya, Tari Saman mampu menghadirkan rasa. Puncak keindahan tari Saman adalah tubuh yang musikal.

Selasa, 24 Mei 2011

Museum Ludruk Karya Budaya, Mimpi Cak Edy Karya

Cak Edy Karya

Marsudiyo wong cilik biso gumuyu
(Kami berupaya membuat orang kecil bisa tersenyum).
Nafas saya adalah nafas ludruk,  darah saya mengalir darah ludruk.
      - Cak Edy Karya -

Begitu indah filosofi Eko Edi Susanto di atas yang ia jalani bertahun-tahuin, yang selalu berbagi kebahagiaan dengan sesama. Dia yang akrab dipanggil Cak Edy  Karya (53 tahun), adalah seorang ketua dan pengelola Ludruk Karya Budaya, Mojokerto, Jawa Timur dan mempunyai mimpi mendirikan Museum Ludruk Karya. Ia berharap ada seseorang atau lembaga yang merespon mewujudkan mimpinya mendirikan Museum Ludruk Karya Budaya.


Michi Tomioka Menari untuk Hari Lahir Pancasila 2011

                                                 Michi Tomioka

Michi Tomioka, seorang kandidat Ph.D, Research Fellow of Urban Research Plaza, Osaka City University, yang sekarang  sedang mengadakan penelitian yang berjudul "Mapping of Cultural Mechanisms in the case of Yogyakarta" dalam rangka Promotion Program for Organizing Asia Arts Management Research Institution”
bekerjasama dengan ISI Yogyakarta, UGM dan Chulalongkorn University (Thailand). Masa tugas tugas Michi Tomioka di di Indonesia mulai dari Januari 2011 sampai Maret 2012.

Untuk memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni  2011, Michi Tomioka akan mementaskan dua karya tari pada:

Jumat, 20 Mei 2011

Indonesia Perlu Museum Korupsi!


Bangsa Indonesia itu adalah bangsa yang unik dan banyak kelebihannya. Banyak orang mengatakan bangsa ini ramah, santun,  tahu diri, kaya tradisi dan budaya  serta negeri yang gemah ripah loh jinawi. Salah satu kelebihannya yang menonjol adalah makin meningkatnya angka korupsi. Meskipun telah ada lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Indonesia Corruption Watch (ICW), toh pejabat eksekutif dan legislatif makin berani berkorupsi – tidak ada budaya malu. Mungkin sudah saatnya sekarang bangsa Indonesia membangun Museum Korupsi di kota-kota Indonesia, untuk membangaun budaya malu.

Kamis, 19 Mei 2011

Privatisasi Air, Heritage dan It's a Beautiful Day

image by dopo jeihan

Dalam satu hari perusahan air di Indonesia menyedot 2.592 m3 (kubik) atau 2.592.000 liter per hari. Menurut data Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan hingga Oktober 2010, pada tahun 2010. tercatat produk air minum yang memiliki izin edar sebanyak 1.573 merek,” ungkap M. Islah, Manager Kampanye Air dan Pangan Eksekutif Nasional Walhi.