Kamis, 10 April 2014

Lomba Foto Festival Seni Bantengan 2014


DALAM RANGKA MEMPERINGATI HARI JADI KABUPATEN MOJOKERTO KE 721 TAHUN DINAS PEMUDA OLAHRAGA KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KABUPATEN MOJOKERTO DAN DEWAN KESENIAN KABUPATEN MOJOKERTO MENYELENGGARAKAN




Kriteria Lomba

1.Kategori lomba foto meliputi: pelajar/mahasiswa; umum/profesional; dan wartawan. “belum pernah dimuat atau dipublish”

2.Foto adalah karya asli, dan panitia berhak menggugurkan pemenang apabila di kemudian hari foto terbukti bukan karya asli.

3.Foto belum pernah diikutsertakan dalam lomba apapun dan tidak sedang disertakan dalam lomba lainnya.

4.Foto hanya boleh di cropping dan di brighten saja

5.Pendaftaran lomba melalui email : lombafotografi2014@yahoo.com dan Melampirkan identitas pengirim (nama, alamat, email, dan nomor telepon).

6.Pengiriman foto dalam bentuk file berwarna (full colour), dan di buat pada masa 19 s/d 20 April 2014 pada acara festival seni bantengan 2014 tempat Lap. Canggu kec. Jetis Mojokerto, lalu di upload https://www.facebook.com/pages/Lomba-Foto-SeniBantengan-2014 disertai No urut peserta, paling lambat tanggal 26 April 2014 pukul 24.00 WIB.

7.Peserta dapat mengirimkan maksimal 5 foto.

8.Panitia berhak menggunakan foto untuk kepentingan Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Mojokerto dan Dewan Kesenian Kabupaten Mojokerto.

9.Pengumuman hasil lomba melalui http://disporabudpar.mojokertokab.go.id/ danhttps://www.facebook.com/pages/Lomba-Foto-Seni Bantengan-2014 pada Tanggal 1 Mei 2014.

10.Keputusan juri bersifat final dan tidak bisa diganggu gugat.

Kamis, 20 Februari 2014

Lomba Fotografi Festival Jenang Solo, 22-23 Februari 2014



Ketentuan Lomba Fotografi
Festival Jenang Solo 2014
Tema : "Kegiatan Festifal Jenang Solo 2014 (FJS 2014)"
Ketentuan Umum

1.   Lomba ini terbuka untuk pelajar, mahasiswa, dan umum. Warga Negara Indonesia ataupun asing tanpa pengkategorian .

2.   Karya foto yang dikirim adalah karya ciptaan sendiri, belum pernah dipublikasikan di media cetak skala nasional, dan belum pernah memenangkan penghargaan dalam lomba fotografi apapun.

3.   Foto yang diikutsertakan dalam lomba adalah hasil foto d6ari pemotretan menggunakan kamera dslr, mirorles, prosumer, dan poket (Tidak boleh menggunakan kamera handphone/smartphone).

4.   Peserta diberikan kebebasan dalam memilih obyek fotografi  yang berkaitan dengan FJS 2014.

5.   Obyek foto harus diambil dari rangkaian kegiatan FJS 2014 yang berlangsung pada tanggal 16 – 17 Februari 2014, pk 07.00 – 11.00..

6.   Setiap foto harus dilengkapi identitas diri peserta seperti: nama fotografer, judul foto, alamat, nomor telepon/hp, e-mail.

7.   Hak cipta melekat pada fotografer, namun Panitia FJS 2014 dan Yayasan Jenang Indonesia diberikan hak/ijin untuk memublikasikan foto yang masuk nominasi (finalis) untuk kepentingan non-komersial dalam lingkup kegiatan lomba foto ini. Panitia dibebaskan dari tuntutan pihak ke-3, bila foto digunakan untuk keperluan tersebut.

8.   Seluruh karya yang masuk ke Pantia akan diseleksi oleh Dewan Juri, ( Tanpa mempertimbangkan like, tag, hastag).

9.   Pengiriman karya dimulai 16 Februari 2014 dan ditutup tanggal 18 Februari  2014 pukul 24.00 WIB.

10.  Nama pemenang akan diumumkan pada tanggal 25 Februari 2014

11.  Seluruh karya foto akan dipublikasikan ke Facebook FJS 2014


Ketentuan Khusus

1.  Setiap peserta diperbolehkan mengirimkan maksimal 3 buah karya foto dalam format digital (JPEG).

2.  Olah digital diperbolehkan, sebatas perbaikan kualitas foto (sharpening, cropping, color balance, dan saturasi warna) tanpa merubah keaslian objek.

3.  Tidak diperbolehkan mengirimkan foto berupa kombinasi lebih dari satu foto (composite dan montage) dan menghilangkan/mengubah elemen-elemen dalam satu foto.

4.  Dengan mengirimkan karya foto berarti peserta telah dianggap menyetujui   semua persyaratan yang telah ditetapkan oleh panitia.

5.  Panitia berhak mendiskualifikasi foto peserta sebelum dan sesudah penjurian apabila dianggap tidak memenuhi ketentuan.

6.  Keputusan Dewan Juri mutlak tidak dapat diganggu gugat.

7.  Tidak dipungut biaya apapun

Festival Jenang Solo 22-23 Februari 2014



Press rilis:
Festival Jenang Solo 2014
Solo, 22-23 Februari 2014

Inspirasi 17 Macam Jenang yang Mengiringi
Boyongan Keraton Kartasura ke Keraton Surakarta’

Eksistensi jenang pada tradisi masyarakat Jawa (Solo) sudah hidup  mengakar sejak zaman Hindu, dan era Walisongo sampai masa kini. Jenang selalu hadir sebagai simbol ungkapan rasa syukur kepadaNya. Bersyukur atas karunia hasil bumi ciptaanNya yang telah menghidupi manusia dari proses kelahiran sampai kematian.
Misalnya, masyarakat Jawa, khususnya di wilayah Surakarta dan sekitarnya, semua ritual selamatan itu tak pernah lepas dari keberadaan Jenang. Kehadiran jenang di sini tak hanya sekedar berfungsi sebagai makanan pelengkap saja, melainkan juga simbol doa, harapan, persatuan dan semangat masyarakat Jawa itu sendiri.
Untuk melestarikan makanan  tradisional jenang dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, Festival Jenang Solo (FJS) yang ketiga ini, yang diadakan pada 22-23 Februari 2014,  mengambil tema ‘Inspirasi 17 Macam Jenang yang Mengiringi Boyongan Keraton Kartasura ke Keraton Surakarta’. Ketujuhbelas macam jenang tersebut:

(1)  Jenang abrit petak, (2)jenang lang, (3) jenang saloko, (4) jenang manggul, (5) jenang suran, (6) jenang timbul, (7) jenang grendul, (8) jejang sumsum, (9) jenang lahan, (10) jenang pati, (11) jenang kolep, (12) jenang ngangrang, (13) jenang taming, (14) jenang lemu mawi sambel goreng, (15) jenang koloh, (16) jenang katul, (17) jenang warni 4.

FJS 2014 ini sekaligus berbarengan merayakan HUT Kota Solo ke-269. Tidak hanya merayakan HUT Kota Solo, FJS 2014 juga melakukan penggalian dana (charity)  untuk meringankan para korban/pengungsi akibat erupsi Gunung Kelud – Jenangku  Dulurku.

Kegiatan charity ini sesuai dengan makna Jenang Abrit Putih, salah satu jenang dari 17 jenang, yang maknanya warna merah dan putih merepresentasikan penciptaan/asal-usul manusia -  laki-laki dan perempuan.  Di sini jenang menjadi pengingat (reminder) bagi kita semua, bahwa peristiwa erupsi Gunung Kelud  menjadi renungan (refleksi) bagi kita – dari mana dan mau ke mana tujuan hidup kita, kita tak bisa lepas dari genggamanNYA.

Lewat Festival Jenang Solo dan merayakan HUT Kota Solo ke-269, Yayasan Jenang Indonesia dan masyarakat Solo, berusaha membangun semangat untuk saling berbagi dengan sesama.dan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat Solo.

Venue
Koridor Ngarsopuro solo (depan Pura Mangkunegaran)
Kawasan Jl. Diponegoro, Solo

Agenda Acara

Lomba Fotografi Festival Jenang Solo 22-23 Februari.

Sabtu, 22 Februari 2014

07.15 – 07.45   
Marut kelapa Massal. Marut bersama Anak-anak Sekolah, ibu-ibu PKK dan
masyarakat umum.

07.45 – 08.45
Lomba Masak Jenang. Peserta meliputi  SMK Tata Boga, sekolah perhotelan, PKK,  instansi pemerintahan dan umum.

Rabu, 29 Mei 2013

Pentas Wayang Beber Kota 'Metro'


PENTAS WAYANG BEBER KOTA
BENTARA BUDAYA JAKARTA 

Judul: “Métro”
Acara :
Workshop : Wayang Beber Kota
Pertunjukan kolaboratif : wayang beber, seni performa dan sound art

 Penyaji: Dani Iswardana/ visual artist | Tri Ganjar Wicaksono/ dalang | Atieq SS Listyowati/ performance artist | Pandu Hidayat/ sound project digital comp. & video art.

W a k t u : 5 Juni 2013
Venue: Bentara Budaya Jakarta

Susunan Acara:
15.00 - 17.00 WIB / Workshop
19.00 – 20.00 : Pertunjukan
20.00 – 21.00 : Dialog interaktif bersama audiens

Sabtu, 27 April 2013

Pesan Hari Tari Dunia 2013

Pesan Hari Tari Dunia 2013
oleh: Lin Hwai Min, Pendiri/Direktur Artistik Cloud Gate Dance Theatre, Taiwan.
Lin Hwai Min
Dikatakan dalam tulisan Pendahuluan dari buku "The Book of Songs," antologi puisi Cina yang berasal dari 10 hingga abad ke-7 SM:

"Emosi bergerak dan membawa bentuk kata-kata.
Jika kata-kata tidak cukup, kita berbicara dalam desahan.
Jika mendesah tidak cukup, kita menyanyikannya.
Jika menyanyi tidak cukup, maka secara tidak sadar
tangan kita menarikan emosi  dan kaki kita menekan emosi itu. "

Rabu, 17 April 2013

Trowulan Merayakan Hari Pusaka Dunia 2013

Kolam Segaran, Trowulan (Foto: BP3 Jawa Timur)
Kawasan situs Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, menjadi venue acara puncak Hari Pusaka Dunia pada 18 April 2013 .Hari Pusaka Dunia (World Heritage Day) yang juga dikenal dengan sebutan Hari Monumen dan Situs Internasional (The International Day on Monuments and Sites) yang digagas oleh ICOMOS (International Council on Monuments and Sites) pada tahun 1982. ICOMOS sendiri menetapkan tema peringatan Hari Pusaka Dunia 2013 adalah ‘Heritage of Education’. Agenda peringatan ini merupakan salah satu puncak kegiatan yang menandai dua dasawarsa gerakan pelestarian pusaka Indonesia melalui kegiatan sepanjang tahun – Tahun Pusaka Indonesia 2013 dengan tema ‘Pusaka untuk Kesejahteraan Rakyat’.

Minggu, 14 April 2013

Heritage of Education, Tema World Heritage Day 2013

Perlindungan dan konservasi warisan pendidikan tidak hanya berarti melestarikan aset budaya tetapi juga, pada saat yang sama, merayakan pendidikan sebagai salah satu tugas dasar manusia.


Mungkin banyak masyarakat Indonesia masih belum mengenal World Heritage Day (Hari Warisan Dunia) yang diperingati tiap tanggal 18 April di seluruh dunia. Tujuan peringatan adalah untuk merayakan keragaman warisan budaya di seluruh dunia. World Heritage Day memang tidak populer di Indonesia, dan pemerintah Indonesia sendiri nampaknya tak tertarik mendorong masyarakat untuk memperingati World Heritage Day. World Heritage Day ini digagas oleh ICOMOS (International Council on Monuments and Sites) pada tahun 1982. ICOMOS adalah NGO yang bergerak di bidang konvervasi dan perlindungan warisan budaya yang berbentuk tempat atau bangunan. Organisasi ini berbasis di Paris. World Heritage Day juga dikenal sebutan The International Day on Monuments and Sites. Pada tahun 2013 ini ICOMOS menetapkan tema peringatannya adalah Heritage of Education (Warisan Pendidikan).

Tema Heritage of Education

Meskipun mungkin untuk menemukan beberapa definisi pendidikan, semuanya mengacu pada suatu bentuk pembelajaran di mana pengetahuan, keterampilan dan kebiasaan sekelompok orang yang ditransfer dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan atau penelitian. Pendidikan juga berarti transmisi keyakinan dan nilai-nilai dan karenanya dapat dianggap sebagai salah satu sarana utama untuk membangun masa depan.