oleh The
International Committee of Museum (Dewan
Internasional Museum)
Tiap tahun, Komite Penasehat ICOM
mengusulkan tema yang dapat diinterpretasi oleh museum untuk meningkatkan peran
museum di hati masyarakat. Adapun tema
Hari Internasional Museum 2012 ini adalah Museums in a Changing World.
New challenges, New inspirations. (Museum
dalam Perubahan Dunia. Tantangan-tantangan Baru dan Inspirasi-inspirasi Baru).
Tidak semua pesan manusia disampaikan secara verbal. Ada hal-hal yang bisa disampaikan secara nonverbal, yaitu lewat seni tari. Tari adalah ekspresi gerak tubuh yang disampaikan secara artistik dalam menyampaikan pesan dan bersifat universal. Universalitas inilah yang bisa merekatkan perbedaan-perbedaan antarsesama demi perdamaian dunia. Dalam rangka Hari Tari Dunia pada 29 April 2012, Festival Gambuh Condro Purnomo akan menghadirkan event tari bertajuk ‘Tari dan Klenteng’ dalam memperingati Hari Tari Dunia 29 April 2012. Dalam event ini, 100 anak-anak akan menari di depan halaman klenteng dan acara puncak – Didik Nini Thowok menampilkan karyanya berjudul ‘Dewi Sarag Jodag Gandrung’.
Venue pentas di depan bangunan tua bersejarah Klenteng Hok Siang Kiong. Klenteng yang dibangun pada tahun 1823 ini menjadi background panggung, sebagai simbol perekat keberagaman. Di klenteng ini pula pada 2 Desember 2006 terjadi pertama kalinya terjadi peristiwa historis, yaitu pernikahan secara tradisi agama Konghucu di Kota Mojokerto. Klenteng ini berdekatan dengan Vihara Metta Sraddha yang didirikan pada tahun 1955, yang juga merupakan bangunan tua bersejarah. Dengan tajuk ‘Tari dan Klenteng’, tari dan kearifan lokal hadir di depan publik Mojokerto yang beragam (lintas-etnis, lintas-profesi, dan lintas-budaya).
, Telinga Hati menyelenggarakan Hari Peduli Bising se-Dunia (International Noise Awareness Day} pada hari Rabu, 25 April 2012, pk 09.00 – selesai, bertempat
di Museum Mandiri, Beos– Jakarta Kota Tua (Jl. Lapangan Stasiun Kota
No 1 Jakarta
Barat), acara : seminar, baksos bersih serumen dan skrining pendengaran
serta performance. Acara tersebut
adalah salah satu upaya sosialisasi PGPKT (Penanggulangan Gangguan Pendengaran
dan Ketulian). Kehadiran dan partisipasi yang diberikan sangatlah penting bagi
semua. Karena acara ini akan memberi makna yang besar bagi masyarakat sekitar
Museum Mandiri khususnya serta masyarakat Indonesia umumnya dalam hal kesehatan
lahiriah dan batiniah menuju kesejahteraan sosial melalui kesehatan indera
pendengaran, sebagaimana yang telah dicanangkan pemerintah melalui Kemenkes RI:
Telinga Sehat 2015 menuju Sound Hearing 2030 [WHO].
Deskripsi:
Pemahaman suara masih belum dipahami masyarakat luas berikut
dampaknya bagi otak dan perilaku manusia, bahkan semenjak janin. Suara bising
mempengaruhi kesehatan masyarakat. Tak hanya seputar kesehatan pendengaran atau
telinga, namun juga kesehatan mentalnya (psikis).
Bahasa bukan sekedar deretan huruf dan kata-kata yang
terangkai menjadi kalimat. Bahasa yang terdiri dari goresan-goresan garis yang
membentuk simbol-simbol yang nempunyai makna dan nilai komunikasi seperti
kaligafi Arab, Cina, Jepang, Korea, Pali, Sansekerta dan Jawa, bukan hanya
sekedar kumpulan garis, melainkan mengandung peristiwa kehidupan, nilai, makna, dan pergulatan identitas kultural dari suatu
bangsa.
Kaligrafi aksara Jawa, alat komunikasi masyarakat Jawa di
masa lalu kini sudah bukan menjadi
bagian yang penting bagi kehidupan masyarakat Jawa sekarang. Kaligrafi Jawa
kini sudah menjadi artefak atau hanya digunakan untuk tulisan di souvenir atau
hanya menjadi tulisan nama jalan atau hanya penanda identitas Jawa.
Aksara Tubuh
Aksara
Jawa dalam konteks sebagai bagian Indonesian
cultural heritage, menjadi inspirasi ide karya tari oleh koreografer Bobby Ary Setiawan yang sekaligus pimpinan grup tari Independent
Expression - dengan judul Aksara Tubuh.
Menurut Bobby, penulisan aksara Jawa mempunyai keunikan, sama halnya
dengan membuat tulisan kaligrafi Arab, Cina,
penulisan aksara jawa perlu tekhnik khusus yang harus dipelajari, tebal
tipisnya garis dan juga pemaknaan yang terkandung didalam setiap huruf menjadi
cermatan yang hendak dipelajari lebih dalam oleh koreografer.
Memperingati Koreografi Kehidupan yang Tiada Akhir
oleh Sidi Larbi
Cherkaoui
Melalui waktu, melalui usia,apa
yang bertahan
adalah sebagian besarseni.Senitampaknya menjadidaunumat
manusia, yaitu segala sesuatu untuk diwariskan- apakah
warisan melaluibangunan, buku, lukisan, musik, gerakan, atau tarian.Dalam hal ini, saya pikir tariansebagai warisan yang terkini, pelajaran sejarah paling up-to-date, karena tarian terhubung secara konstan denganmasa laluyang terkinidan
hanyabisa terjadidi masa
sekarang.
All institutions are prone to corruption and to the vices of their members. Semua insitusi rentan terhadap korupsi dan kelemahan moral para anggotanya.
(Morrist West)
Situs globalvoicesonline.org melansir bahwa sebuah museum korupsi direncanakan didirikan di provinsi barat daya Sichuan, China Daily melaporkan, yang mengutip dari sebuah koran lokal. Museum ini mencari nominasi dari netizen, dari 100 pejabat paling korup di abad terakhir. Proyek ini pertama kali diusulkan pada microblog Fan Jianchuan, pendiri Museum Jianchuan di Chengdu. Dia mengatakan bahwa museum akan menerima nominasi dari pbulik yang dapat memberikan suara (mem-vote) di website museum-nya. Penentuan kriteria ‘the top 100’ (100 koruptor papan atas) meliputi pejabat seniour yang korup, jumlah uang uang dikorupsi, cara korupsi, nilai kekayaan dan dampaknya terhadap masyarakat.
Saya merasa terhormat telah diminta oleh International Theater Institute (ITI) di UNESCO untuk memberikan pesan memperingati ulang tahun ke-50 Hari Teater Dunia. Saya akan menyampaikan pesan singkat saya ke sesama pekerja teater dan rekan-rekan: