Minggu, 21 Oktober 2012

Wakatobi Telah Menjadi Cagar Biosfer Dunia




Kekayaan sumber daya alam Indonesia sangat luar biasa. Menurut hasil survei yang Kementerian Kelautan dan Kehutanan Indonesia yang dirilis antaranews.com pada 17 Agustus 2010, total jumlah pulau di Indonesa ada 13.000 pulau. Suatu tantangan besar buat bangsa Indonesia untuk mengelola dan menggali potensi pulau-pulau tersebut secara optimal.  Hal yang menggembirakan, UNESCO telah menetapkan perairan laut Wakatobi, Indonesia,  sebagai Cagar Biosfer Dunia pada sidang ke-24 International Coordinating Council (ICC) of the Man and the Biosphere Program, 11 -13 Juli 2012  di Paris, bersama 20 cagar biosfer baru lainnya.




Yang menjadi faktor penetapan UNESCO sebagai Cara Biosfer Dunia adalah kearifan lokal masyarakat Wakatobi, kelestarian lingkungan, dan kepentingan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan.  Kearifan lokal yang dimaksud adalah tradisi dan budaya masyarakat lokal Wakatobi dalam memperlakukan alam dan mengambil sesuatu dari alam. Dari sisi kelestarian lingkungan, kawasan Taman Nasional Wakatobi memiliki keragaman terumbu karang dan biota laut yang tinggi dibandingkan kawasan lainnya di dunia. Dari sisi ekonomi masyarakat, masyarakat Wakatobi dapat memanfaatkan sumber daya alamnya secara berkelanjutan, namun tdaik merusak keseimbangan alamnya.

Keindahan bawah laut Wakatobi memang tiada duanya. Dan bisa dikatakan bahwa diving di Wakatobi adalah yang terbaik di seluruh dunia. Terdapat  750 spesies dari 850 spesies terumbu karang ada di Wakatobi. Sedangkan Laut Karibia yang mendunia saja hanya memiliki 50 spesies, dan laut merah hanya memiliki 300 spesies. Konfigurasi kedalaman perairan laut Wakatobi bervariasi, bagian terdalamnya mencai 1.044 m. Bahkan Jacque Costeau, seorang jurnalis selam dunia, menyatakan Wakatobi adalah kawasan menyelam yang paling indah di dunia.

Kabupaten Wakatobi yang beribukota di Wangi-Wangi terletak di Provinsi Sulawesi Tenggara, Indonesia.  Kawasan Kabupaten Wakatobi meliputi emat pulau – Wangi-Wangi, Kalidupa, Tomia dan Binongko, yang kemudian disingkat menjadi Wakatobi.

Selain Cagar Biosfer Wakatobi, Indonesia juga mempuyai 7 cagar biosfer lainnya - Cibodas (Jawa Barat), Tanjung Puting (Kalimantan Tengah), Lore Lindu (Sulawesi Tengah), Komodo (NTT), Gunung Leuser (Aceh dan Sumut), Siberut (Sumatera Barat), dan Giam Siak Kecil (Riau).

Biosfer

Mungkin sebagian orang belum tahu apa yang dimaksud dengan biosfer. Menurut Wikipedia, biosfer adalah bagian luar dari planet Bumi, yang mencakup udara, daratan, dan air, yang memungkinkan kehidupan dan proses biotik berlangsung. Dalam pengertian luas menurut geofisiologi, biosfer adalah sistem ekologis global yang menyatukan seluruh makhluk hidup dan hubungan antarmereka, termasuk interaksinya dengan unsur litosfer (batuan), hidrosfer (air), dan atmosfer (udara) Bumi. Bumi hingga sekarang adalah satu-satunya tempat yang diketahui yang mendukung kehidupan. Biosfer dianggap telah berlangsung selama sekitar 3,5 miliar tahun dari 4,5 miliar tahun usia Bumi.

Jadi, dengan demikian  seluruh ekosistem di dunia disebut biosfer. Dalam biosfer, setiap makhluk hidup menempati lingkungan yang cocok untuk hidupnya

Kawasan Wakatobi ini sangat ccok untuk wisata bahari, terutama untuk diving, snorkeling, memancing dan berenang. Dengan dijadikannya Wakatobi sebagai Cagar Biosfer Dunia, akan meninspirasi kawasan pulau-pulau lainnya di Indonesia mengikuti jejak Wakatobi. Semoga! (berbagai sumber)

Sumber:
Foto: http://uniqpost.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar