Jumat, 14 Desember 2012

Jokowi, Orang yang Paling Trend di Google Indonesia 2012

Jokowi

Sepanjang tahun 2012 ini,  Joko Widodo, yang akrab dipanggil Jokowi, mantan Walikota Solo yang kini menjadi Gubernur DKI Jakarta masuk dalam daftar orang yang paling dicari  di Google Indonesia (kategori Trending People – Indonesian). Setelah Jokowi urutan (2) Ayu Ting Ting; (3) Budi Doremi; (4) Ade Namnung; (5) Eza Gionino; (6) Judika; (7) Sheila Marcia (8) Dahlan Iskan; (9) Valia Rahma dan (10) Cakra Khan. Hal ini bisa kita ketahui dari Google Zeitgeist.

Jokowi memang fenomenal, apapun yang dilakukannya sekarang selalu menjadi berita. Baru kali ini ada seorang pejabat publik yang mengalahkan ketenaran artis dalam mesin pencari Google Search Indonesia. Itu menunjukkan bagaimana masyarakat pengguna internet Indonesia untuk selalu memantau aktivitas Jokowi, ingin tahu lebih dalam terhadap Jokowi siapa sosok sebenarnya sang Gubernur DKI Jakarta itu.

Google Zeitgeist adalah situs google yang menganalisa lebih dari satu triliun kueri (pertanyaan) untuk menunjukkan apa yang telah ditelusuri oleh dunia atau apa yang telah diketikkan oleh orang-orang ke dalam Google Penelurusan ( Google Search). Google menggunakan data dari berbagai sumber, termasuk Google Trends dan alat data internal, serta memfilter spam maupun kueri yang sama agar daftar yang dibuat mencerminkan tahun 2012 seakurat mungkin. Zeitgeist berasal dari bahasa Jerman yang berarti semangat zaman.

Roadshow Wayang Potehi di 18 Kelurahan Kota Mojokerto


INFO

Roadshow Wayang Potehi
di 18 Kelurahan Kota Mojokerto

bersama Dalang: Ki Manteb Sutarto (Pak Kekek)
Lakon:
Sun Goo Kong (Kera Sakti), Sie Djien Kwie Tjeng See & Kisah Kwe Tju Gie “Sang Pendekar Penegak Kebenaran”

Jadwal Roadshow Wayang Potehi
di Kecamatan Magersari Kota Mojokerto

Selasa, 18 Desember 2012 pukul 19.00 wib:
Kelurahan Wates, RW 02 Lingkungan Wates Depan SDN Wates 2

Kamis, 20 Desember 2012 pukul 19.00 wib:
Kelurahan Magersari, di halaman Rumah Dinas Walikota Mojokerto

Kamis, 27 Desember 2012 pukul 19.00 wib:
Kelurahan Sentanan

Rabu, 2 Januari 2013 pukul 19.00 wib:
Kelurahan Purwotengah

Senin, 7 Januari 2013 pukul 19.00 wib:
Kelurahan Jagalan, di halaman Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu

Kamis, 10 Januari 2013 pukul 19.00 wib:
Kelurahan Gunung gedangan

Senin, 14 Januari 2013 pukul 19.00 wib:
Kelurahan Meri

Kamis, 17 Januari 2013 pukul 19.00 wib:
Kelurahan Gedongan

Senin, 23 Januari 2013 pukul 19.00 wib:
Kelurahan Kedundung

Jumat, 25 Januari 2013 pukul 19.00 wib:
Kelurahan Balongsari

UNESCO: Noken Resmi Menjadi Warisan Budaya Dunia Nonbenda

Dahulu, dalam kehidupan tradisi Papua, noken melambangkan kedewasaan seorang perempuan. Jika seorang perempuan Papua belum bisa membuat noken, ia belum bisa dianggap dewasa dan belum memenuhi syarat untuk menikah.


Papua dengan keindahan dan kekayaan alamnya serta keragamaan etnis dan  bahasanya, menyimpan potensi nilai-nilai kearifan lokal dari kehidupan tradisinya. Salah satunya adalah noken. Noken adalah tas yang terbuat dari serat kayu pohon Manduam, pohon Nawa atau Anggrek hutan. Noken bukan hanya sekerdar tas atau benda mati, di balik noken tersimpan nilai-nilai kehidupan dari tradisi masyarakat Papua. Seperti yang ditulis Titus Pekei dalam bukunya Cermin Noken Papua, noken dipercaya punya nilai-nilai kehidupan bagi masyarakat Papua.

Oleh karena itu pada tahun 2012 ini masyarakat Papua boleh merasa berbagga dan berbahagia bahwa UNESCO telah menyatakan Noken telah resmi menjadi Warisan Budaya Dunia Nonbenda (intangible heritage) pada 4 Desember 2012. Dengan demkiian masyarakat dunia akan tahu dan mengenal noken lebih dekat, tidak hanya menyikapi noken sebagai benda semata, melainkan juga secara implisit belajar memahami nilai-nilai yang hidup di balik noken.  Nilai-nilai itu lahir dari kearifan lokal masyrakat Papua yang telah lama berinteraksi dan berproses  dengan alam sekitarnya.  Berangkat dari dari memahami karakter alam, lalu mengenali  karakter pohon dan serat kayunya. Mereka digerakkan dengan intuisi dan pemahaman terhadap tanda-tanda alam.

Selasa, 11 Desember 2012

Undang-Undang Hak Cipta No.19 Tahun 2002

Bagi anda yang ingin tahu,  mengenal dan memahami Undang-Undang Hak Cipta No.19 Tahun 2002, 
silahkan download: DI SINI 

Senin, 10 Desember 2012

Dukung Wayang Beber Pacitan sebagai Cagar Budaya Nasional!


apa yang terjadi
jika artefak wayang beber pacitan HILANG?
apa yang terjadi
jika artefak wayang beber pacitan RUSAK?
apa yang terjadi
jika artefak wayang beber pacitan DIJUAL?
apa yang terjadi 
jika artefak wayang beber pacitan DIMILIKI KOLEKTOR ASING?
biarkan saja ataukah …?

Kabupaten Pacitan yang punya julukan Kota 1001 Gua boleh berbangga dengan didaftarkannya Geopark Pacitan ke Jaringan Geopark Global UNESCO pada 2012 ini. Kawasan Pacitan tidak hanya menyimpan kekayaan warisan budaya bendawi (tangible heritage), keindahan alam pantai dan goa, melainkan juga menyimpan kekayaan warisan budaya nonbendawi (intangible heritage), yaitu artefak wayang beber yang terbuat dari kertas.  Menurut Ardhy Suwandi, pelukis dan pecinta warisan budaya wayang beber  dari Rumah Seni Wayang Beber di Pacitan, artefak Wayang Beber Pacitan merupakan peninggalan tahun 1614 dari era pemerintahan Kasunanan Kartasura, berusia 400 tahun lebih. Bukankah ini suatu warisan budaya yang luar biasa kesejarahannya? Tentu, namun sayang, warisan artefak tersebut sekarang berada di titik ketidakpastian, artefak berada dalam wilayah konflik perebutan kepemilikan serta kondisinya dalam keadaan memprihatinkan menuju kerusakan parah.

Konflik perebutan  kepemilikan Wayang Beber Pacitan antar anggota keluarga pewaris Wayang Beber Pacitan tersebut  sampai kini tak kunjung usai.  Menurut penuturan Supani (42), pewaris dalang Wayang Beber Pacitan setelah era dalang Mardi Guno Utomo (anak dari dalang Sarnen Guno Carito), kini artefak Wayang Beber Pacitan berada di tangan salah seorang kerabat jauh dari keturunan Sarnen Guno Carito, sedangkan keturunan langsung dari dari Sarnen tidak berani mengambil haknya dalam memiliki artefak Wayang Beber Pacitan tersebut, karena takut akan terjadi kekerasan fisik.  Sarnen Guno Carito meninggal pada  Agustus 2010 dan Mardi Guno Utomo meninggal pada 13 Juli 2010.

Sebenarnya konflik itu kami ketahui sejak kunjungan grup Wayang Beber Kota – saya, Dani Iswardana Wibowo (pelukis wayang beber kontemporer) dan Tri Ganjar Wicaksono (dalang wayang beber kontemporer),  melihat artefak Wayang Beber Pacitan pada 2006. Pada saat itu, kondisi Wayang Beber Pacitan (enam gulung dan 24 jagong /adegan), sudah sangat memprihatinkan, banyak tembelan kertas samak (sampul) warna  coklat.

Mencermati fakta tersebut di atas, kami gelisah dan muncul suatu pertanyaan: (1) Apakah artefak tesebut dibiarkan rusak, dimiliki oleh kolektor asing (mungkin jika pemegang artefak itu dalam kondisi terdesak secara ekonomi)? Untuk itu perlu suatu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Solusi
Berdasarkan konflik kepemilikan antar-anggota keluarga pewaris artefak Wayang Beber Pacitan di atas dan demi keselamatan artefak Wayang beber Pacitan dari kerusakan dan memperoleh perlindungan;  kami -  Agung Priyo Wibowo (pecinta heritage), Ardhy  Suwandi dari Rumah Seni Wayang Beber Pacitan, Tri Ganjar Wicaksono dan Dani Iswardana Wibowo  sangat berkeinginan mendapatkan dukungan dari masyarakat Pacitan dan di luar Pacitan untuk mengajukan artefak Wayang Beber Pacitan kepada pemerintah untuk memperoleh status Cagar Budaya Nasional. 

Indrata Nur Bayuaji yang akrab dipanggi Aji, seorang pecinta warisan budaya heritage dari  Kabupaten Pacitan, juga mendukung untuk  segera memproses Wayang Beber. Begitu juga Ardhy Suwandi dari Rumah Seni Wayang Beber dan Supani (cucu dalang Sarnen Guno Carito) sangat berkeinginan artefak Wayang Beber Pacitan memperoleh status Cagar Budaya Nasional.