Senin, 16 April 2012

Pesan Hari Tari Dunia 2012, 29 April




Memperingati Koreografi Kehidupan yang Tiada Akhir
oleh Sidi Larbi Cherkaoui





Melalui waktu, melalui usia, apa yang  bertahan adalah sebagian besar seni. Seni tampaknya menjadi  daun umat manusia, yaitu segala sesuatu untuk diwariskan - apakah warisan melalui bangunan, buku, lukisan, musik, gerakan, atau tarian. Dalam hal ini, saya pikir tarian sebagai warisan yang terkini, pelajaran sejarah paling up-to-date, karena tarian terhubung secara  konstan dengan masa lalu yang terkini dan hanya bisa terjadi di masa sekarang.


Menari juga, entah bagaimana, tidak mengenal batas-batas, dengan cara yang sama seperti  seni lainnya. Bahkan ketika gaya tertentu mencoba membatasi dirinya sendiri atau bekerja dalam suatu bingkai; gerakan kehidupan, koreografinya dan kebutuhannya terus berubah: hal tersebut bekerja secara cepat, membiarkan  gaya tertentu  berbaur dengan gaya lainnya. Semuanya terlibat dengan segala sesuatu, secara alami, dan tari mengendap hanya dalam ruang yang dimilikinya, yaitu  masa kini yang selalu berubah.

Saya percaya, tari  mungkin salah satu bentuk ekspresi yang paling jujur ​​  bagi kita untuk menghargainya. Karena ketika orang menari, baik dalam pentas balet, memperjuangkan  hip-hop, pertunjukan kontemporer bawah tanah atau hanya di diskotik, ekspresi tari bebas,  jarang ada kebohongan yang disebarkan dari setiap topeng yang dikenakan. Orang saling merefleksikan satu sama lainnya secara konstan, tetapi ketika mereka menari, mungkin apa yang paling banyak direfleksikan adalah momen kejujuran.

Dengan bergerak seperti orang lain, dengan bergerak bersama orang lain dan dengan menyaksikan mereka bergerak, kita dapat merasakan emosi terdalam mereka, memikirkan pikiran mereka dan terhubung ke energi mereka. Hal ini, mungkin, maka kita dapat mengenal dan memahami mereka dengan jelas.
Saya suka berpikir tentang pertunjukan tari sebagai perayaan hidup bersama (co-existence), suatu cara untuk saling memberi dan menciptakan ruang dan waktu. Kita cenderung melupakan hal tersebut, tetapi keindahan yang mendasari pertunjukan  adalah terutama konvergensi  massa orang (pertemuan banyak orang di satu tempat), satu duduk di sebelah lain, semua berbagi di saat yang sama. Tidak ada hal yang pribadi tentang hal itu; pertunjukan  adalah suatu pengalaman yang sangat sosial. Kita semua berkumpul untuk upacara ini, yang merupakan ikatan kita dengan pertunjukan, ikatan kita dengan masa sekarang yang sama.

Jadi, pada tahun 2012, saya ingin semua orang banyak menari. Dengan tak melupakan semua persoalan tahun 2011, tetapi sebaliknya, untuk menangani orang-orang  secara kreatif, menarilah di sekitar mereka, untuk lenemukan cara untuk saling terlibat  satu sama lain dan terhadap dunia, untuk terlibat dengan kehidupan sebagai bagian dari koreografi yang tak pernah berakhir. Menari untuk menemukan kejujuran dan untuk mengirimkan, merefleksikan dan merayakan kejujuran. "

translated by agung priyo wibowo




Tidak ada komentar:

Posting Komentar